Maksimalkan Wakaf untuk Pembangunan Infrastruktur

Kamis, 24 Agustus 2017 – 14:40 WIB
Menkeu Sri Mulyani ber-wefie bersama pelaksana tugas (Plt) Bupati Klaten Sri Mulyani di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Foto: Radar Solo

jpnn.com, JOGJA - Total aset wakaf dalam bentuk properti atau lahan berdasarkan data Dewan Wakaf Indonesia hingga Januari 2017 mencapai 4,4 miliar meter persegi.

Sementara itu, nilai ekonominya diperkirakan menembus Rp 370 triliun.

BACA JUGA: Beginilah Jadinya saat Sri Mulyani Bertemu Sri Mulyani

Namun, sebagian besar lahan wakaf tersebut hanya digunakan untuk pembangunan sekolah, masjid, atau pemakaman umum.

Menurut Menkeu Sri Mulyani Indrawati, lahan wakaf itu bisa memberikan manfaat lebih bagi masyarakat jika digunakan untuk properti yang menghasilkan keuntungan.

BACA JUGA: Dongkrak Daya Beli Masyarakat, Harga BBM dan Listrik tak Naik

’’Nilai ekonomi dari properti wakaf dapat dimaksimalkan. Ada inisiatif di masyarakat untuk meningkatkan produktivitas aset endowment dengan menyewakan aset tersebut kepada pihak yang berkepentingan atau digunakan untuk berbagai kegiatan ekonomi seperti pertanian dan peternakan,’’ kata Sri dalam Annual Islamic Finance Conference di Jogjakarta, Rabu (22/8).

Sri juga menyinggung wakaf dalam bentuk uang tunai atau wakaf cash.

BACA JUGA: Horeee, Tahun Depan Tak Ada Kenaikan Harga BBM dan TDL

Dia menilai pengelolaan wakaf cash masih jauh dari potensi yang ada.

’’Jika kita bisa memaksimalkan koleksi wakaf uang, saya yakin ini akan sangat membantu pemerintah dalam mewujudkan proyek pembangunan berkelanjutan dan berkontribusi terhadap program pengurangan kemiskinan dan ketidaksetaraan,’’ tuturnya.

Selain wakaf, dana sosial yang bisa dimanfaatkan untuk pengentasan kemiskinan adalah zakat.

Berdasar data Baznas, potensi zakat di Indonesia sekitar Rp 27 triliun.

Namun, hanya kurang dari dua persen dari jumlah tersebut yang telah dikumpulkan secara resmi.

Vice President Islamic Development Bank (IDB) Mansur Muhtar mengatakan, IDB merupakan contoh sukses bahwa keuangan syariah bisa memberikan manfaat pada industri domestik.

Dia juga menekankan bahwa sumber pembiayaan infrastruktur makin luas.

Tidak hanya dari pemerintah,  sektor swasta, dan lembaga keuangan multilateral seperti IDB atau Bank Dunia.

’’Kita juga bisa menggunakan sumber pembiayaan dari lembaga-lembaga amal independen untuk membantu pembangunan infrastruktur,’’ jelasnya. (ken/c7/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... He He He... Bu SMI dan Pak CT Pamer Keakraban dengan Saling Buka Kelakuan


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler