Mandaya Royal Hospital Puri Kini Memiliki Pusat Riset Kesehatan Berkelas Dunia

Selasa, 23 Mei 2023 – 09:10 WIB
President Director Mandaya Hospital Group, dr. Benedictus Widaja saat sambutan pada acara peresmian Mandaya Royal Hospital Puri pusat jantung anak dan penyakit jantung bawaan bersamaan dengan seminar medis yang digelar bersama dengan Rumah Sakit asal Inggris, Royal Brompton and Harefield Hospitals. Foto: Dok. Mandaya Hospital Group

jpnn.com, JAKARTA - Mandaya Royal Hospital Puri meresmikan pusat jantung anak dan penyakit jantung bawaan bersamaan dengan seminar medis yang digelar bersama dengan Rumah Sakit asal Inggris, Royal Brompton and Harefield Hospitals.

President Director Mandaya Hospital Group, dr. Benedictus Widaja menyampaikan peluncuran pusat jantung anak ini merupakan dukungan terhadap program pemerintah dalam memperluas akses dan layanan bagi masyarakat Indonesia terhadap penanganan penyakit jantung bawaan khususnya pada anak yang masih cukup jarang di Indonesia.

BACA JUGA: Makin Terikat, Indonesia-China Bentuk Pusat Riset Industri di Fujian

Menurut Benedictus, lebih dari 12 ribu bayi dengan penyakit jantung bawaan di Indonesia.

Dia mengatakan Mandaya Royal Hospital Puri hadir dalam memenuhi kebutuhan fasilitas pelayanan yang dapat menangani penyakit jantung anak seperti bocor jantung, aritmia, ASD, VSD, PDA hingga TOF yang cukup banyak dialami bayi dan anak.

BACA JUGA: Kenali Risiko Kesehatan Demi Tingkat Kualitas Hidup

“Kami beruntung didukung oleh tim dokter jantung anak yang dipimpin seorang dokter senior yaitu dr. Anna Ulfah, Sp.JP (K) Ped,” ungkap dr. Ben Widaja.

Ben Widaja mengatakan tim ini berjumlah 9 dokter jantung terdiri dari konsultan jantung anak intervensi, pemetaan jantung anak, konsultan anastesi jantung, hingga bedah jantung anak.

BACA JUGA: 5 Suplemen yang Bisa Membantu Menjaga Kesehatan Daerah Kewanitaan

Selain itu, Mandaya Hospital juga memiliki fasilitas pendukung seperti Cathlab terbaru, NICU, Ruang Operasi Bedah Jantung, Cardiac MRI, Cardiac Spectral CT-Scan, Echocardiography 3D dan lain-lainnya.

Pada kesempatan yang sama juga terdapat kabar baik bagi Dunia Kesehatan di Indonesia. Pemilik Mandaya Hospital Group, Dr. Edhijanto Widaja Taufik meresmikan Widaya Foundation, sebuah Yayasan yang berfokuskan pada pengembangan sumber daya manusia dan riset Kesehatan di bidang Jantung, Kanker, Saraf, Terapi Genomik, Terapi Nuklir, Penelitian Stem Cell, dan Pengobatan Presisi.

“Widaya Foundation bertujuan untuk menciptakan pusat pengetahuan dan inovasi kesehatan. Praktisi medis akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan profesional medis global, berpartisipasi dalam penelitian mutakhir, dan mendapatkan pengalaman langsung dengan teknologi medis terbaru guna menghadirkan pilihan pengobatan terbaru untuk penyakit-penyakit yang berat seperti kanker dan beberapa penyakit yang diakibatkan penuaan seperti Alzheimer, Gagal Organ, dan lain-lain,” kata Dr. Edhijanto Widaja Taufik selaku pemilik Mandaya Hosital Group.

Seminar medis kali ini dihadiri oleh dokter spesialis jantung anak seluruh Indonesia yang tergabung dalam organisasi PERKANI serta berbagai praktisi medis yang tertarik dalam penanganan jantung anak dan penyakit jantung bawaan.

Acara ini merupakan seminar internasional lanjutan yang diadakan oleh Mandaya Hospital Group, yang sebelumnya berkolaborasi dengan salah satu Rumah Sakit terbaik dari Amerika yaitu Cleveland Clinic.

Ben Widaja menambahkan dengan kolaborasi medis tingkat internasional ini membuktikan bahwa kualitas kesehatan tidak berbeda jauh dengan luar negeri.

Dia mengatakan hari ini kita harus berbangga dokter-dokter dianggap sangat mampu dan mumpuni menangani penyakit jantung anak yang sulit, seperti bayi biru, TOF dan bocor jantung.

“Bahkan pada kesempatan terdahulu Mandaya Royal Hospital juga dipuji oleh dokter yang berasal dari RS Cleveland Clinic Amerika dengan mengatakan bahwa Indonesia sangat beruntung memiliki peralatan medis secanggih ini bahkan setingkat dengan RS Cleveland Clinic yang merupakan nomor dua terbaik di dunia saat ini,” kata Ben Widaja.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler