Manggala Agni Hingga Ulama, Bersatu Melawan Karhutla

Jumat, 20 Juli 2018 – 18:00 WIB
Manggala Agni padamkan karhutla. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) semakin diintensifkan seiring dengan mulai masuknya musim panas.

Lewat operasi tim gabungan baik darat maupun udara, beberapa titik api di Sumatera dan Kalimantan, dilaporkan sudah padam.

BACA JUGA: Berani Bakar Hutan, Lumpuhkan dengan Tembakan

''Pejabat eselon 1 sudah diperintahkan untuk intens mengikuti perkembangan Karhutla di lapangan, dan terus lapor ke saya,'' kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya melalui rilis pada media, Jumat (20/7).

Titik api di Riau, Sumsel, hingga Kalimantan, dilaporkan bisa diatasi. Kawasan yang terbakar sedang dilakukan proses pendinginan oleh tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni KLHK, TNI, Polri, pihak swasta, Masyarakat Peduli Api (MPA), BNPB, Pemda, hingga masyarakat desa.

BACA JUGA: Pekan LHK 2018: Mari Kendalikan Sampah Plastik

Meski sedang berada di Roma, Italia untuk memimpin delegasi Indonesia pada pertemuan FAO, Menteri Siti setiap hari terus memantau perkembangan Karhutla di Tanah Air.

Dia terus berkoordinasi dengan semua pihak, hingga memantau kerja petugas di tingkat tapak di daerah-daerah rawan.

BACA JUGA: Kawal Asian Games 2018 Bebas Asap

''Sistem pengendalian kebakaran hutan dan lahan sudah berjalan dengan baik. Meski di luar negeri, tiap saat saya terus pantau, dan Alhamdulillah pada beberapa titik rawan di Riau, Sumsel dan Kalbar, sudah bisa diatasi. Semua kita tangani dengan sebaik-baiknya,'' kata Menteri Siti.

Hingga saat ini sudah lima provinsi menetapkan status siaga darurat penanganan bencana asap.

Yakni Provinsi Kalteng, Kalbar, Kalsel, Sumsel, dan Riau. Satu Kabupaten di Provinsi Aceh dan empat Kabupaten di Provinsi Jambi, juga telah menetapkan status yang sama.

Menteri Siti telah menugaskan Dirjen Planologi Sigit Hardwinarto untuk segera ke Jambi meneliti kondisi status siaga darurat Karhutla.

Ini juga sebagai bagian dari upaya mengawal Asian Games bebas asap.

''Sepulang dari Roma, saya akan meninjau langsung ke daerah-daerah rawan Karhutla,'' tegas Menteri Siti.

Untuk melakukan pemadaman titik api lewat udara, telah diturunkan 17 unit helikopter untuk melakukan water boombing.

Di antaranya 8 heli di Propinsi Riau, 4 heli di Sumsel, 3 heli di Kalbar, dan 2 heli di Kalteng. Unit heli ini berasal dari KLHK, BNPB, TNI AU dan pihak swasta.

Selain itu juga dilakukan hujan buatan dan Water boombing. Hingga saat ini kegiatan water boombing telah menjatuhkan sebanyak 27.967.500 liter air di kawasan Karhutla.

KLHK juga melakukan patroli terpadu di 288 posko Desa yang menjangkau 816 Desa di empat provinsi rawan Karhutla.

Upaya pencegahan juga dilakukan melalui patroli terpadu pencegahan Karhutla di 300 posko desa di 8 provinsi rawan.

Dalam kegiatan ini melibatkan unsur Manggala Agni KLHK, TNI, POLRI, pemerintah daerah dan masyarakat desa.

''Tim ini setiap hari melakukan deteksi dini dan sosialisasi penyadartahuan kepada masyarakat dengan tujuan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pencegahan Karhutla. Kita lakukan secara door to door,'' jelas Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan.

Pada tahapan deteksi dini, KLHK setiap hari melaksanakan pemantauan hotspot, pantauan sebaran asap dan kondisi ISPU.

Untuk deteksi dini, di tingkat lapangan ditindaklanjuti dengan pengecekan hotspot pada wilayah-wilayah prioritas dan tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga terus memberi imbauan agar umat bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membakar hutan dan lahan.

''Selaras dengan Al Quran, MUI mengharamkan perbuatan pembakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kemudratan,'' imbau Ketua MUI, KH. Ma'ruf Amin melalui video yang beredar di berbagai media sosial.

''Saatnya kita mengambil peran, wujudkan Indonesia yang lestari, penuh ridho Allah SWT. Muliakan hutan, mulianya kita,'' tutupnya.(jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diserbu via Darat dan Udara, Titik Api Mulai Padam


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler