Manggala Agni Pantang Menyerah Padamkan Karhutla

Senin, 19 Februari 2018 – 09:43 WIB
Manggala Agni pantang pulang sebelum padam. Foto-foto: KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Manggala Agni, terus melakukan pemadaman di beberapa titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) wilayah Riau dan Kalimantan Barat.

Manggala Agni tak sendiri. TNI, Polri, BPBD dan masyarakat ikut membantu tanpa kenal waktu dan jarak.

BACA JUGA: KLHK: Waspada Periode Rawan Karhutla 2018

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan mengatakan bahwa lokasi kebakaran yang jauh dan sulit ditempuh tidak menyurutkan semangat Manggala Agni dan tim lainnya untuk melakukan pemadaman.

Pada pemadaman di Desa Lukun, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau (17/2) misalnya, lokasi kebakaran yang jauh, mengharuskan tim Manggala Agni menggunakan perahu motor selama berjam-jam dan menginap di lapangan.

BACA JUGA: Oh Sejuknya Dialog Pengembangan Ekowisata Bersama KLHK

"Dengan tidak tersedianya pasokan air bersih, mengharuskan mereka menggunakan air gambut untuk kebutuhan di sana, dan menuju titik lokasi kebakaran, mereka harus berjalan kaki sejauh ± 1,5 km dari tempat mereka menginap. Dengan tekad pantang pulang sebelum padam, Manggala Agni terus melakukan pemadaman di areal gambut ini yang mencapai luas ± 250 ha," kata Raffles.

BACA JUGA: 1 Anggota Manggala Agni Terluka, Menteri Siti Ikut Berduka

Hingga saat ini, pemadaman juga masih dilakukan pada beberapa wilayah lainnya di Riau, yaitu di Kelurahan Tanjung Palas, Kota Dumai, di Kelurahan Air Hitam dan Kelurahan Muara Fajar Barat, Kota Pekanbaru, serta di Desa Tuah Indrapura dan Kelurahan Dayun, Kabupaten Siak.

Seperti di Kalimantan Barat, Manggala Agni Daops Pontianak, melakukan penanganan karhutla di Dusun Suka Makmur, Desa Sungai Asam, Kecamatan Sungai Raya, dan juga di Parit Sembin, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, serta di Wonodadi, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Bersama-sama dengan TNI, POLRI, BPBD Kubu Raya dibantu oleh KPHP Kubu Raya dan masyarakat, bersama-sama lakukan pemadaman di wilayah ini.

Kebakaran hutan seluas ± 5 ha di Kawasan Cagar Alam (CA) Mandor, juga langsung ditanggulangi oleh Manggala Agni dan Tim Pemadam Karhutla Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Resort Konservasi Wilayah Mandor (17/02/2018). Api pun berhasil dikendalikan dan dan dilakukan pemadaman sisa-sisa kebakaran di areal tersebut.

Sementara itu, Manggala Agni Daops Ketapang juga melakukan pemadaman di Desa Suka Maju, Kecamatan Muara Pawan, dan juga di Dusun Medan Sepakat, Desa Sungai Bakau, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang yang terjadi pada areal masyarakat.

Mendukung upaya pengendalian karhutla tersebut, saat ini Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan Status Siaga Darurat melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor: 17/BPBD/2018, tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Barat Tahun 2018, yang ditetapkan tanggal 2 Januari 2018.

Sementara pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Sabtu (17/2) pukul 20.00 WIB, mencatat 33 hotspot yang terpantau satelit NOAA-19, yang tersebar di Provinsi Kalimantan Tengah (5 titik), Kalimantan Barat (25 titik), Riau ( 1 titik), Sulawesi Selatan (1 titik), dan Lampung ( 1 titik). Sementara Satelit TERRA-AQUA (NASA) mencatat hanya ada satu hotspot, yaitu di Provinsi Kalimantan Tengah. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KLHK Padamkan Karhutla di Sumatera dari Darat dan Udara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Menteri Siti   KLHK  

Terpopuler