Mantan Kapolri Jujur Itu Bakal Jadi Nama Stadion...

Rabu, 13 April 2016 – 11:11 WIB
Stadion Kota Batik di Pekalongan yang akan segera berganti nama menjadi Stadion Hoegeng. Foto: Radar Pekalongan/JPG

jpnn.com - PEKALONGAN  – Nama mantan Kapolri Jenderal Hoegeng sangat membanggakan warga Kota Pekalongan. Nama sosok yang dikenal jujur itu bahkan akan digunakan untuk nama stadion di Pekalongan.

Kepastian penggunaan nama tokoh asli Pekalongan sebagai nama stadion itu sudah dicantumkan dalam surat keputusan (SK) Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Djunaid tentang perubahan nama Stadion Kota Batik menjadi Stadion Hoegeng.

BACA JUGA: La Nyalla Menang, Ada yang Langsung Gunduli Kepala

Kabag Tata Pemerintahan Setda Pekalongan, Sriyana kepada Radar Pekalongan mengatakan, SK wali kota tentang perubahan nama stadion itu sudah terbit.  “Sudah ada persetujuan dari wali kota. Surat keputusan wali kota tentang perubahan nama tersebut sudah turun akhir Maret lalu,” katanya.

Sriyana menjelaskan, saat ini peresmian nama stadion tinggal menunggu seremonial. Sebelumnya, peresmian direncanakan masuk dalam rangkaian peringatan HUT Kota Pekalongan ke-110.

BACA JUGA: Lihat nih, Oknum PNS Ajak Polisi Duel Lantaran Ditilang

Namun karena padatnya acara membuat peresmian diundur. “Nanti akan dilaunching, ditunggu saja mungkin dalam waktu dekat,” sambungnya.

Dia melanjutkan, tujuan utama perubahan nama stadion itu juga untuk mendukung pengusulan nama Hoegeng sebagai pahlawan nasional. Salah satu syarat administrasi tentang tokoh yang diusulkan jadi calon pahlawan nasional adalah namanya yang sudah diabadikan sebagai sarana monumental.

BACA JUGA: Ssttt.... Menantu Sultan Diisukan Narkobaan

“Untuk mengusulkan sebagai pahlawan nasional, Pemkot memberikan nama Hoegeng sebagai nama stadion. Karena salah satu syarat mengusulkan pahlawan nasional adalah namanya dipakai sebagai nama jalan atau nama gedung,” sambungnya.

Selanjutnya, usai perubahan nama stadion diresmikan, Pemkot Pekalongan akan mengusulkannya nama Hoegeng sebagai calon pahlawan nasional ke Kementrian Sosial.

Sebelumnya, kelompok masyarakat yang tergabung dalam Majelis Perwalian Rakyat (Mapera) mengusulkan agar Jenderal Hoegeng ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Salah satu proses yang harus dijalani dalam pengusulan itu salah satunya dengan mengabadikan nama Hoegeng menjadi nama bangunan, gedung atau nama jalan.

“Sebelumnya memang banyak usulan untuk penggunaan nama Hoegeng. Mulai dari nama rumah sakit, nama jalan, dan nama stadion. Tetapi kemudian diputuskan untuk nama stadion,” tutur Ketua Mapera, Supriyadi.(nul/JPG/ara/JPNN)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... 2 Bapak yang Bejat Itu Divonis Penjara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler