Manuver Cak Imin Bisa Bikin Jokowi Tak Happy

Jumat, 30 Maret 2018 – 01:10 WIB
Muhaimin Iskandar bersama Presiden Jokowi di gerbong kereta bandara perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Stasiun Sudirman Jakarta, Selasa (2/1/2018). FOTO: SETPRES

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat politik Adi Prayitno menilai manuver Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar selama ini tidak akan menaikkan posisi tawar di depan Joko Widodo (Jokowi) jelang Pilpres 2019. Adi justru memprediksi langkah politik PKB mendekati parpol di luar koalisi pendukung Jokowi bisa berakibat kurang baik nantinya.

"Saya kira manuver PKB justru dapat berakibat blunder politik. Biasanya dalam lakon Jawa itu, jangan pernah memberi jabatan politik tertentu pada yang terlalu menginginkan," ujar Adi kepada JPNN, Kamis (29/3).

BACA JUGA: Perkuat Kritik Amien Rais, PAN Pakai Data Megawati Institute

Pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta itu menambahkan, Jokowi berasal dari Suku Jawa. Adi meyakini Jokowi masih memegang teguh nilai-nilai dan adat istiadat Jawa yang selama ini melekat.

Karena itu, kata Adi, mantan wali kota Surakarta tersebut tak akan menunjukkan ketidaksukaannya secara langsung. Hal itulah yang mestinya dipahami Muhaimin.

BACA JUGA: Sepertinya PKB Paling Liar soal Arah Dukungan di Pilpres

"Jokowi ini orang Jawa. Biasanya tak terlalu suka dengan sikap to the point. Basis politiknya harus dipahami. Ambisi dan agresif yang berlebihan biasanya menjadi minus, bukan nilai tambah," pungkas Adi.(gir/jpnn)

BACA JUGA: Nyaris Tanpa Cacat, Mahfud MD Layak Jadi Cawapres Jokowi

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua APTI: Tembakau Indonesia Dalam Tekanan Bisnis Asing


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler