Marbut Masjid Curiga Air di Kamar Mandi Jalan Terus, Lalu Diintip, Astaga, Ternyata

Jumat, 26 November 2021 – 23:49 WIB
Nana Sugana saat berada di rumah duka, Jumat (26/11). Foto: dok palpos.sumeks.co

jpnn.com, PALEMBANG - Seorang marbut masjid bernama Abbas, 40, warga Jalan Penyaringan Lorong Pasundan, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan IT 2 Palembang, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat yang tegerletak di lantai kamar mandi masjid.

Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan tergeletak di Kamar Mandi Masjid Manarul Huda, Lorong Sehati, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan IT 2 Palembang, Jumat (26/11) sekitar pukul 14.50 WIB.

BACA JUGA: Berita Duka: Rinaldi Meninggal Dunia, Anggota Dewan Itu Kecelakaan Masuk Jurang

Diketahui korban bernama Nana Sugiana (60), warga Jalan Yayasan 1, Lorong Golf, Kelurahan Sei Buah, Kecamatan IT 2 Palembang.

Kapolsek Ilir Timur 2 Palembang Kompol Yuliansyah melalui Kanit Reskrim Iptu Firmansyah mengatakan diduga korban mengalami kena serangan jantung.

BACA JUGA: Pria Berpedang Serang Bripka Angga, AKP Ikang Berkomentar, Ada Kata Cukup Tragis

“Kejadiannya pada saat hendak salat Jumat, selesai salat saksi Abbas curiga yang mendengar suara air mengalir di kamar mandi yang cukup lama, lantas mencoba mengintip pintu kamar mandi tersebut dan terlihat seorang laki-laki terbaring di lantai,” ujarnya Jumat (26/11).

Firmansyah mengatakan setelah melihat ada orang tergeletak, kemudian Abbas memanggil jemaah lainnya.

BACA JUGA: Info Terbaru Soal Kasus Aldo yang Tewas Dibantai di Dekat Pos Lantas

“Mendapatkan laporan tersebut kami langsung menuju lokasi. Setibanya di lokasi korban sudah meninggal dunia, ada darah keluar dari hidungnya diduga kena benturan pada saat korban terjatuh di lantai,” katanya.

Firmansyah menjelaskan tidak ada menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

”Korban meninggal diduga karena kena serangan jantung menurut keterangan keluargannya,” bebernya.

Atas persetujuan dari anak korban bernama Deri Juniansyah, korban langsung dievakuasi menuju rumahnya.

BACA JUGA: Mantan Kapolsek Kutalimbaru Dimutasi, Anak Buahnya Dipecat, Kasusnya Sangat Berat

“Pihak keluarga korban diwakili oleh anaknya Deri Juniansyah membuat pernyataan bahwa mereka setuju untuk tidak dilakukan autopsi pada korban dan tidak menuntut secara hukum karena meyakini kematian korban dikarenakan sakit dan tidak ditemukannya hal-hal yang mencurigakan,” tutupnya. (*/palpos.id)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler