Ma'ruf Amin Ingatkan Ponpes Bukan Bengkel Anak Nakal

Selasa, 05 Februari 2019 – 17:11 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin saat bersilaturahmi ke Krasak. Fathan Sinaga/JPNN.com

jpnn.com, DEMAK - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin kembali menyerukan gerakan Ayo Mondok. Seruan itu disampaikan Ma'ruf saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Hidayat Krasak Demak, Jawa Tengah, Selasa (5/2).

Kiai Ma'ruf mengatakan generasi muda perlu dipersiapkan sebagai ulama. Regenerasi ulama melalui gerakan ini penting dilakukan.

BACA JUGA: Prabowo Rajin ke Pesantren, Kiai Maruf: Saya Didukung Semua Kiai

"Mari dukung upaya-upaya para ulama mendirikan pesantren itu termasuk mengirim anaknya ke pesantren. Saya setuju sekali dengan gerakan Ayo Mondok," ucapnya.

Ma’ruf mengimbau kepada para orang tua agar anak-anaknya yang memiliki kecerdasan tinggi mau bersekolah di pondok pesantren.

BACA JUGA: Maruf Amin: Tanggung Jawab Ulama dan Santri Sangat Besar Jaga NKRI

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini khawatir jika anak-anak yang dengan keterbatasan ilmu dikirim ke pesantren tidak akan membawa perubahan.

Sebab, santri yang akan menjadi ulama harus mampu mengimplementasikan banyak ilmu dan bisa membagikan ilmunya kelak kepada masyarakat.

BACA JUGA: Ulama dan Kiai Kampung di Tangerang Deklarasi Dukung Jokowi - Maruf Amin

"Satu anak kita harus dikirim ke pesantren. Anak tiga, satu ke pesantren, punya anak lima, satu ke pesantren, tapi yang dikirim ke pesantren itu anak yang paling pintar. Jangan anak yang paling bodoh," pinta Ma'ruf.

Selama ini, menurut Ma'ruf, orang tua selalu menyiapkan anaknya yang pintar menjadi dokter, insinyur atau ahli. Sementara yang bodoh akan dikirim ke pesantren.

"Jadi santri itu disebut KW dua, nanti kalau jadi kiai, kiai bodoh. Padahal kiai itu harus pintar, karena akan membimbing umat," bebernya.

Ketua umum Majelis Ulama Indonesia ini juga mengimbau para orang tua jangan mengirim anaknya ke pondok pesantren karena sang anak tidak bisa diurus, malas-malasan dan mendapat nilai jelek di sekolah.

"Apalagi ada lagi yang kelewatan, anak yang sudah tidak bisa diurus, teler terus, rapornya merah terus, lalu di titipkan saja di pesantren. Akhirnya pesantren yang begitu tempat bengkel anak-anak nakal," jelas Ma'ruf.

Untuk itu, ia meminta semua pihak untuk mendukung program ayo mondok di pesantren-pesantren untuk generasi penerus ulama yang berkualitas. "Jadi kita dukung supaya ada penerus perjuangan dalam rangka membangun umat," imbuh dia. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Maruf Amin dan Jokowi seperti Ganda Badminton


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler