Ma'ruf Amin Sebut Film tentang Pesantren Bakal Disiarkan di Dunia

Selasa, 05 Februari 2019 – 21:56 WIB
KH Ma'ruf Amin saat menghadiri istigasah dalam rangka Harlah ke-93 Nahdlatul Ulama di Gelanggang Remaja, Pasar Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2). Foto: TKN Jokowi - Ma'ruf for JPNN

jpnn.com, SEMARANG - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin mengatakan, film dokumenter tentang kehidupan pesantren bakal disiarkan secara internasional.

Menurut Ma'ruf, negara di luar Indonesia sangat tertarik dengan kehidupan pesantren. Pasalnya banyak yang melihat lulusan pesantren menjadi tokoh, ahli, ulama ulung hingga pemimpin bangsa.

BACA JUGA: Maruf Amin Ingatkan Ponpes Bukan Bengkel Anak Nakal

"Dunia telah mengakui, pesantren ini tempat lahirnya pemimpin dunia masa depan, di sana lahir pemimpin-pemimpin NU yang sekarang pengaruhnya sudah mendunia juga," kata Ma'ruf saat bersilaturahmi bersama Kiai se-Jawa Tengah bagian utara di Semarang, Selasa (5/2).

Ma'ruf mengatakan, pengakuan tersebut didapat dari hasil observasi peneliti luar negeri yang membuat riset akan kehidupan di pesantren. Hal itu kemudian didokumentasikan menjadi sebuah film dan siap ditayangkan secara mendunia.

BACA JUGA: Maruf Amin: Tanggung Jawab Ulama dan Santri Sangat Besar Jaga NKRI

"Film itu akan ditayangkan di festival film di London, di Roma, seluruh Eropa, dan Amerika, dan saya jadi tim penasihatnya di film itu," terang Ma'ruf.

Mustasyar PBNU ini menceritakan, film ini menggambarkan bagaimana kehidupan yang terjadi pondok pesantren, bagaimana santri dididik, dan diajar setiap harinya.

BACA JUGA: Ulama dan Kiai Kampung di Tangerang Deklarasi Dukung Jokowi - Maruf Amin

"Seperti bangun dini hari, guna menjalankan salat subuh dengan ciri qunut, khas ajaran NU, film tentang pesantren ini di Pasuruan, namanya Darul Lughah Wa Al-Dakwah," jelas Ma'ruf.

Nantinya melalui film ini, Ma'ruf dapat menularkan pengaruh NU hingga mancanegara. Karena menurutnya, NU sebagai nafas Islam nusantara adalah representasi Islam yang toleran, Rahmatan Lil Alamin.

"Menjadi NU, tidak hanya Indonesia, bagaimana menjadikan Islam yang membangun. Terjaga Ukhuwah Islamiyah Ukhuwah Watoniyah, juga Ukhuwah Insaniyah, jadi saya kira itu tugas kami ke depan," tandasnya. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Maruf Amin dan Jokowi seperti Ganda Badminton


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler