Mas Menteri Ajak Publik Dukung Sekolah Tatap Muka, Ini Ancamannya Bagi Anak

Rabu, 05 Mei 2021 – 15:04 WIB
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim berbicara dalam acara Live Talkshow Dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan secara daring, Rabu (5/5). Foto: Screenshot akun PDIP di YouTube

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengajak masyarakat menyukseskan program pendidikan tatap muka yang akan dilaksanakan secara perlahan sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Di sisi lain, PDI Perjuangan mendorong pemerintah untuk memastikan kegiatan belajar mengajar dengan aman seperti vaksinasi atau tes antigen/PCR untuk anak yang didanai oleh anggaran pendidikan.

BACA JUGA: Catat! Ini 7 Kebijakan Nadiem Makarim yang Bikin Polemik

Nadiem mengatakan, kegiatan tatap muka itu untuk menghindari keterpurukan pendidikan Indonesia akibat fenomena learning loss atau kerugian jangka panjang terhadap pembelajaran anak-anak akibat penutupan sekolah sementara.

"Kami tidak bisa menciptakan satu generasi yang mengalami learning loss, yang tidak bisa dikembalikan lagi. Jadi karena itulah kita harus bersama-sama," kata Nadiem Makarim saat berbicara dalam acara Live Talkshow Dalam Rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan secara daring, Rabu (5/5).

BACA JUGA: Kematian Ni Putu Candraningsih Meninggalkan Duka, Ada Sepucuk Surat, Isinya Bikin Merinding

Menurut Nadiem, tanggung jawab pendidikan ada di semua pihak. Orang tua juga berkontribusi memonitor sekolah dan penyelenggaraan protokol kesehatannya.

Setiap sekolah juga wajib memberi opsi tatap muka dan dengan protokol kesehatan tatap muka terbatas. Dan itu sama sekali berbeda dengan proses sekolah yang biasa.

Nadiem mengingatkan sektor-sektor ekonomi lainnya sudah terbuka saat ini. Masyarakat bisa melihat bagaimana anak-anak sudah diajak orang tuanya ke mal. Di sejumlah tempat, bioskop bahkan sudah dibuka.

"Mengapa anak-anak kita masih belum kembali ke sekolah? Dan ini adalah kebijakan yang menjawab tantangan dari tersebut," kata Nadiem.

Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng mengatakan, salah satu masalah soal sekolah tatap muka adalah karena belum terbangunnya kepercayaan. Sebab, tak satu pun tes antigen atau PCR yang dilakukan sebelum sekolah dibuka.

Menurut Agustina, masalah kru sebenarnya bisa diatasi melalui anggaran pendidikan. Agustina mengingatkan bahwa Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri sudah tegas mengeluarkan aturan soal 20 persen dana pendidikan dari APBN.

Pada 2021, anggaran pendidikan itu sebesar Rp 550 triliun. Dari angka itu, menurut Agustina, masih ada Rp 200 triliun yang mungkin bisa dialokasikan dulu untuk anak-anak sekolah tatap muka.

"Karena sudah setahun ini tidak sekolah. Waktu yang panjang dan telah menghilangkan kesempatan anak anak mempelajari segala sesuatu. Anak-anak tak hanya harus divaksin, tetapi juga test swab. Kita jadi tahu anak-anak bebas Covid atau tidak," kata Agustina.

Agustina mendorong pemerintah berani mengambil terobosan peraturan yang memasukkan pendidikan diprioritaskan saat bencana terjadi. Selama ini, yang dimasukkan sebagai prioritas adalah sektor kesehatan, pangan, pemerintahan daerah, dan perkembangan ekonomi.

Menteri Nadiem hadir sebagai narasumber bersama Menteri Sosial Tri Rismaharini, Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng, Inisiator Bukit Algoritma Budiman Sudjatmiko, Bupati Sumenep Achmad Fauzi, dan Komedian Kiki Saputri.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto hadir bersama ratusan pengurus daerah PDIP seluruh Indonesia. Yang menjadi host acara adalah anggota Komisi X DPR dari PDIP Andreas Hugo Pareira. (tan/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler