Masjid Al Aqsha BSD Salat Id 2 Kali, Nonmuslim juga Ngotot

Kamis, 29 Juni 2023 – 15:54 WIB
Hewan kurban Masjid Al Aqsha De Latinos di kawasan BSD tetap banyak. Foto dok. Masjid Al Aqsha BSD

jpnn.com - TANGSEL - Masjid Al Aqsha De Latinos di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan memotong hewan kurban berupa 61 sapi dan 72 domba/kambing senilai Rp 1,7 miliar, Kamis (29/6).

Tahun lalu tercatat 67 sapi dan 60 kambing senilai Rp 1,65 miliar.

BACA JUGA: Khitanan Massal di Masjid Al Aqsha Delatinos Unik, Diarak Andong & Moge

“Alhamdulillah semangat berbaginya masih tinggi,” kata Ketua DKM Al Aqsha De Latinos Abu Ihsan alias Edy Sugondo, Kamis (29/6).

Pemotongan dan distribusi sapi dan kambing itu selesai dalam waktu sehari.

BACA JUGA: Petugas Kebersihan, Ponpes hingga Musala Terima Daging Kurban Masjid Al Aqsha De Latinos

Selain dibantu jemaah, pihak masjid juga memanggil bantuan para jagal dan pemotong hewan untuk membantu memotong hewan.

"Kalau jemaah sendiri yang melakukan, tak akan selesai sehari,” kata Abu Ihsan.   

BACA JUGA: Jemaah Masjid Al-Aqsha Bagi-Bagi Sembako Senilai Setengah Miliar Lebih

Atas nama DKM, dia berterima kasih kepada jemaah Masjid Al Aqsha BSD yang sudah memercayakan hewan kurban yang di antaranya termasuk sapi limusin hampir satu ton.

Abu Ihsan menceritakan pada kurban kali ini ada nonmuslim yang mengotot ikut berkurban. Setelah diterangkan soal syarat dan aturan kurban, akhirnya mereka lega juga.

"Hewan kurbannya kami terima dan dicacat sebagai hadiah. Ini semua mencerminkan harmonisnya kehidupan di lingkungan De Latinos," ujarnya.

Daging kurban dibagikan kepada masyarakat di ring satu, yang meliputi mereka yang membantu kehidupan sosial di kompleks De Latinos seperti security, driver, penyapu jalan, bahkan ojek langganan pun tak luput dari sasaran.

Daging juga dibagikan ke tiga kelurahan sekitar masjid, lalu kepada pesantren, rumah yatim piatu, dan musala.

“Mereka yang meminta akan kami berikan hewan yang sudah terpotong, dan mereka harus menjemputnya," katanya.

Hal lain yang menarik, di Masjid Al Aqsha De Latinos ini juga melakukan dua kali salat id, karena adanya perbedaan paham.

“Mengapa kami menyelenggrakan dua kali salat, karena itulah fungsi masjid, memfasilitasi jemaahnya. Di komplek ini ada yang beda, katakanlah NU dan Muhammadiyah, tetapi keduanya bisa bersatu di masjid dalam keseharian. Ini penting bagi kami,” kata Sekjen DKM AL Aqsha Yayan Mulyana.

Meskipun secara umum di komplek De Latinos jumlah muslim hanya tercatat 37 persen, tetapi mereka sangat kompak.

“Kami pasti menggelar dua kali salat id jika ada perbedaan saat hari raya, dan itu kami umumkan secara terbuka,” ujar Yayan.

Menurutnya langkah itu membuat jemaah nyaman ke masjid. Informasi penyelenggaraan dua kali salat itu sampai ke mana-mana hingga membuat banyak warga di luar kompleks yang datang.

“Kami sungguh minta maaf, jika ada yang terganggu banyaknya jemaah datang dan menyebabkan macet di lingkungan kompleks. Kami akan terus melakukan evaluasi dan memperbaikinya,” tutur Yayan.

Dia berharap langkah memberi fasilitasi salat dengan perbedaan itu makin mengeratkan persatuan warga.

“Memang mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil alamin itu tidak mudah, tetapi paling tidak, kami sudah ada di jalur yang benar, bismillah,” ujar Yayan. (esy/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler