Masjid Pertama NU di Jepang Diresmikan

Rabu, 21 Juli 2021 – 11:35 WIB
Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi (tengah) meresmikan masjid pertama Nahdlatul Ulama (NU) At Takwa di kota Koga, prefektur Ibaraki, Jepang bertepatan dengan hari raya Idul Adha 1442H pada Selasa (20/7/2021). (ANTARA/HO-KBRI Tokyo)

jpnn.com, JAKARTA - Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang Heri Akhmadi meresmikan Masjib At Takwa, masjid pertama Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Koga, Prefektur Ibaraki, Jepang.  

Peresmian masjid itu dilakukan  bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1442 H, Selasa (20/7).

BACA JUGA: NU CARE Salurkan Ventilator ke RSPAD Gatot Soebroto

Sebagaimana keterangan KBRI Tokyo yang diterima di Jakarta, Rabu (20/7), peresmian masjid itu juga dirangkaikan dengan peresmian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Indonesia di Jepang

Dubes Heri dalam kesempatan itu didampingi Atase Pendidikan KBRI Tokyo Yusli Wardiatno dan Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Miftahul Huda.

BACA JUGA: Hamdalah, Bos Brompton Ikut Galang Dana untuk Masjid Indonesia di London  

Heri dalam sambutannya mengatakan organisasi yang baik adalah yang membela negaranya. 

Dia menegaskan bahwa NU sudah menjalankan peran organisasi yang baik sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

BACA JUGA: Iduladha, Tak Ada Potong Kurban di Masjid Terbesar Ibu Kota China

Heri menuturkan adanya masjid NU di Jepang ini dapat makin memperkukuh persatuan warga negara Indonesia di sana. 

“Seperti halnya lagu 'Yaa Lal Wathan' karya KH Wahab Chasbullah yang berisi semangat cinta tanah air dan kerap terdengar di berbagai acara-acara besar NU," ujar Heri.

Dalam kesempatan yang sama, Dubes Heri juga meresmikan PKBM Indonesia di Masjid At Takwa tersebut. Heri menuturkan selain tempat ibadah, masjid ini bisa digunakan untuk ruang belajar PKBM. 

“Ini adalah upaya kami agar putra dan putri WNI di Jepang tidak kehilangan jati diri kebangsaan," ucap Heri.

PKBM adalah kegiatan pelayanan pendidikan dasar menengah dan kursus-kursus lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Peserta PKBM akan memperoleh tiga mata pelajaran utama, yaitu pendidikan agama dan budi pekerti, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, serta bahasa Indonesia.

Para peserta PKBM juga dapat ikut serta dalam Program Kejar Paket A, B, dan C.

Miftahul Huda mengapresiasi perhatian Dubes RI terhadap organisasi NU di Jepang melalui peresmian Masjid NU At Takwa dan PKBM.

Dia menyampaikan bahwa PCINU Jepang berkomitmen untuk tetap konsisten menjadi pemersatu semua kelompok WNI di Jepang. (antara/jpnn) 

 

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
NU   Masjid   Duta Besar   Jepang  

Terpopuler