Masyarakat di Daerah Ini Hidup Tanpa Listrik Selama 20 Tahun

Rabu, 11 Maret 2020 – 13:25 WIB
Ilustrasi listrik padam. Foto: Dok. JPNN.com

jpnn.com, BOGOR - Jarum jam menunjukkan pukul 16.00 WIB. Masyarakat RT 1/RW 3 Kampung Ciukuy, Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, bersiap merasakan hidup tanpa aliran listrik hingga pagi menjelang.

Kondisi ini dirasakan masyarakat Kampung Ciukuy kurang lebih 20 tahun.

BACA JUGA: Di Bali, Masih Ada 1.364 Warga Tanpa Aliran Listrik PLN

“Arus listriknya enggak kuat, jadi memang begitu setiap harinya. Kalau sudah malam listrik enggak ada,” ujar warga RT1/3, Aep Saepullah Anwar kepada Radar Bogor, Selasa (10/3).

Aep mengatakan, rutinitas penggunaan listrik seperti ini sudah berlangsung sejak tahun 2000. Bahkan sebelumnya, menurut dia, masyarakat hanya mengandalkan lampu semprong atau lilin untuk penerangan di malam hari.

BACA JUGA: Perumahan Green Ville Jakarta Barat Masih Terendam Banjir dan Tanpa Listrik

Warga pun memilih untuk membeli kabel berukuran pendek agar bisa dipasangkan ke tiang listrik dekat gardu yang jaraknya kurang lebih dua kilometer.

“Dananya dari warga juga, swadaya. Dulu sempat mengajukan lewat RT dan pemerintah desa, tapi enggak ada tindakan sampai sekarang,” kata dia.

BACA JUGA: Gegara Corona Perusahaan Ini Ajukan PHK Ratusan Karyawan

Menurut dia, di RT 1/3 ada sekira 50 lebih kepala keluarga (KK) yang menggantungkan kebutuhan listrik seperti ini.

Meski belum lama ini sempat mengajukan pengadaan listrik melalui pemerintah desa, namun tak ada tindakan maupun respons sampai sekarang.

“Kalau bisa sih dibantu untuk ada tiang listrik di kampung ini, dan listriknya bisa berjalan normal,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Surveyor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Jonggol, Budi menyebutkan, lokasi kampung tersebut berjarak sekira dua sampai tiga kilometer dari gardu listrik terdekat yang berlokasi di Kampung Cihaur, Desa Singasari.

“Listrik sering mati ini karena tidak kuat. Ini kan enggak langsung ke gardu,” katanya.

Dia menjelaskan, padamnya listrik ketika di malam hari dikarenakan sumber arus listrik yang digunakan bukan berasal dari gardu, sehingga tidak kuat untuk menampung penggunaan warga Kampung Ciukuy.

“Ini kami sudah cek ke lokasi dan memang arus listriknya diambil dari tiang, bukan dari gardu. Jadi tidak kuat menampung kebutuhan listrik di sini,” jelas dia.

Meski begitu, dia menyarankan agar masyarakat membuat penrmohonan bantuan ke pemerintah desa. Kemudian permohonan tersebut nantinya dapat diteruskan ke PLN melalui pengajuan desa.

Untuk diketahui, berbagai penanganan khusus PLN ULP Jonggol masih berinduk ke PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Gunungputri.

Supervisior SDM dan Administrasi Umum PLN UP3 Gunungputri, Ajeng Desy Rachmawati mengatakan, untuk pengadaan listrik ke dalam desa pihaknya menyediakan program listrik masuk desa.

Untuk realisasinya, lanjut dia, perlu adanya pengajuan dari pemerintah setempat agar program dapat diberikan ke lokasi yang ditunjuk.

“Tidak ada biaya untuk program ini. Memang sudah ada dan kami sediakan tinggal menunggu pengajuan dari desa,” kata dia. (rp1/c/radarbogor)

 


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler