Masyarakat Harus Bijak Menerima dan Menyebarkan Berita Seputar Vaksin Covid-19

Selasa, 02 Februari 2021 – 22:37 WIB
Webinar Kemenkominfo terkait vaksinasi Covid-19 untuk memberikan informasi yang benar tentang Vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat. Foto: dok Siberkreasi

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi Gunarti Rahmat Effendi mengatakan masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar mengenai vaksin covid-19.

Untuk itu perlu digaungkan dan PKK sebagai garda terdepan harus bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

BACA JUGA: Berita Duka: Julianto Meninggal Dunia

"Ilmu yang didapatkan harus bisa dikomunikasikan kembali kepada masyarakat sekitar," ujar Gunarti Rahmat dalam Webinar Digital Society dengan tema Lawan Hoaks, Lindungi Keluarga dengan Vaksin Covid-19, yang digelar pada Selasa (2/2/2021).

Webiner yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi, Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), ini juga didukung Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, Yayasan SEJIWA, dan Kitatama.id.

BACA JUGA: Lagi Bahas Pembangunan Musala, SU Dituduh Tukang Santet, Dihantam Pakai Kayu, Darah Mengucur

Bimo Ario Tejo, Ph.D, yang diundang sebagai pembicara memberikan paparan menarik mengenai vaksin COVID-19 yakni dari sisi sains dan menjawab hoaks seputar vaksinasi,

“Dengan vaksin, tubuh kita belajar mengenai virus tanpa menjadi sakit, itu prinsip dari vaksinasi!,” demikian ditegaskan Bimo mengenai pentingnya vaksin COVID-19.

BACA JUGA: Kabar Bagus, Stok Vaksin Covid-19 untuk 17,4 Juta Petugas Publik Sudah Aman

Lebih lanjut, Bimo memberikan jawaban seputar hoaks vaksin COVID-19 diantaranya mengenai kehalalan dan keamanan vaksin COVID-19.

Pada sesi berikutnya, Tenaga Ahli Madya Kantor Staf Presiden dan Tim Komunikasi Publik KPCPEN Dilla Amran mengatakan, "Komunikasi darat merupakan ujung tombak penerimaan vaksin, sehingga penting bagi KPCPEN untuk memberikan amunisi kepada ibu-ibu PKK ini untuk supaya bisa ikut mengedukasi masyarakat.”

Webinar ditutup dengan pemaparan Diena Haryana dari SEJIWA dan Dewan Pengarah Siberkreasi, yang membahas mengenai penggunaan platform media sosial yang cerdas untuk menyampaikan informasi yang benar dan melawan hoaks.

Menurutnya, masyarakat harus bijak menerima dan menyebarkan berita dari internet maupun media sosial karena dapat membuat kecemasan berlebihan di masyarakat dan level stress masyarakat makin tinggi.

“Ini energi negatif yang luar biasa, kita tidak mau hal itu terjadi karena itu akan memperlambat kita untuk keluar dari pandemi COVID-19,” tutur Diena.

Pemberian vaksin COVID-19 merupakan bagian dari usaha pemerintah Indonesia untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat COVID-19, membentuk kekebalan tubuh dan mencapai kekebalan kelompok/herd immunity.

Namun, Vaccine Hesitancy atau keengganan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap vaksin menjadi penghambat terbesar.

Banyaknya misinformasi seputar vaksin terutama tentang keamanan dan efektifitas vaksin, kejadian ikutan pasca Imunisasi (KIPI), sampai dengan teori konspirasi yang saat ini banyak beredar menjadi penyebab timbulnya Vaccine Hesitancy.

Webinar ini bisa disaksikan di kanal YouTube @Siberkreasi dan Lawan COVID19 ID.

BACA JUGA: Pelaku Pengeroyokan Remaja di Kamar Hotel Ditangkap, Akui Terlibat Prostitusi Online

Webinar ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman yang benar dan lengkap seputar vaksinasi/imunisasi serta melawan hoaks seputar Vaksin COVID-19.(dkk/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler