Masyarakat Menunggu Vaksinasi Covid-19, Jangan Sampai Dibuat Kecewa

Rabu, 13 Januari 2021 – 20:50 WIB
Wakil Ketua Tim Dokter Kepresidenan dr Abdul Muthalib saat menyuntikkan vaksin Covid-19 ke lengan kiri Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Rabu (13/1). Foto: YouTube/Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 yang dijalani Presiden Joko Widodo dan para pejabat negara mendapat respons positif dari berbagai kalangan.

Optimisme itu akan terlihat semakin kuat ketika vaksinasi sudah menyentuh masyarakat luas.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Kisah Pilot Sriwijaya Air Kapten Afwan, Rizieq Terancam 10 Tahun Penjara, Rocky Gerung Angkat Suara

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad mengatakan masyarakat ingin vaksin sampai ke lingkungan terdekat dengan mereka.

"Sehingga mereka punya optimisme, semangat pada gilirannya mereka juga divaksin,"  di Jakarta pada Rabu (13/1).

BACA JUGA: Ini Sikap PDIP Terkait Pernyataan Kontroversial Ribka Tjiptaning soal Vaksin Covid-19

Menurutnya, masyarakat akan menunggu vaksinasi covid-19. Namun, kalau waktu menunggu terlalu lama bisa membuat kecewa. Karena itu, menurut Tauhid, proses vaksinasi sebaiknya lebih cepat.

Dia mengatakan, makin besar jangkauan vaksinasi, maka semakin cepat mencegah penyebaran pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Persiapan Vaksinasi Nakes, Ganjar: Ada Vaksin Bukan Berarti Protokol Kesehatan Melempem

"Saya kira itu akan membuat optimisme bangkit. Saya kira itu mau enggak mau menjadi suatu keharusan," kata Tauhid.

Dia menambahkan, saat ini dibutuhkan penyadaran yang lebih tinggi di level masyarakat terkait vaksinasi. Karena kondisi saat ini hanya beberapa kelompok masyarakat yang sadar terhadap situasi pandemi.

"Pemerintah mau enggak mau harus turun ke bawah lagi, karena sepertinya masyarakat sudah bosan, masyarakat sudah terbiasa, dan Covid-19 seperti bukan sesuatu yang bahaya," katanya.

Di samping itu, dia sepakat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diperketat, terutama di daerah-daerah zona merah.

Tauhid mengatakan, penanganan krisis kesehatan lebih penting dibandingkan krisis ekonomi. Kalau kasus Covid-19 terkendali, dampaknya tentu pada perekonomian. Menurutnya, semua lembaga pemerintah harus fokus menangani pandemi.

"Jangan bicara indeks kinerja kementerian, ya semua harus rela tidak banyak melakukan aktivitas yang penting Covid-19 nya bisa tertangani," pungkasnya

Terakhir, dia meminta pemerintah mempercepat penyaluran bantuan sosial ke masyarakat dengan nilai lebih besar.

Dia menilai kondisi masyarakat sekarang, dengan penambahan kasus positif mencapai 10 ribu per hari, lebih berat di bandingkan dengan awal-awal Covid-19 muncul.

Optimisme dari vaksinasi memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada pasar spot, Rabu sore ini, menguat 70 poin (0,5%) pada level Rp14.060 per dollar AS dibandingkan penutupan sebelumnya Rp 14.130 per dollar AS.

Sedangkan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia meyakini pada tahun ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai level psikologis 6.880. Kenaikan IHSG ditopang berbagai sentimen positif, antara lain vaksinasi Covid-19. (flo/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler