Masyarakat Simalungun Berharap Tuan Rondahaim Saragih dapat Gelar Pahlawan Nasional

Jumat, 27 Oktober 2023 – 20:11 WIB
Diskusi bertajuk 'Tuan Rondahaim Saragih - Pejuang Kemerdekaan Tanah Simalungun yang Terlupakan' digelar pada Jumat, 27 Oktober 2023 di kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan. Foto: Dok. Para Syndicate

jpnn.com, JAKARTA - Diskusi bertajuk 'Tuan Rondahaim Saragih - Pejuang Kemerdekaan Tanah Simalungun yang Terlupakan' digelar pada Jumat, 27 Oktober 2023 di kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan.

Acara dihadiri oleh Direktur Eksekutif Para Syndicate, Ari Nurcahyo, Dosen Sejarah UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Johan Wahyudi M.Hum, Lektor Kepala/Dosen Program Studi S2 Ilmu Sejarah FIB, Universitas Sumatera Utara, Dr. Suprayitno, Pemuka Masyarakat Simalungun. DR. med Sarmedi Purba, Sp.OG.

BACA JUGA: Jalan Bareng Jutaan Warga di Sidoarjo, Anies Sebut Warga Jatim Tertular Semangat Pahlawan

Dalam diskusi tersebut, Komunitas Masyarakat Simalungun mendorong pemerintah menganugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada Raja Raya Namabajan, Tuan Rondahaim Saragih atas perjuangannya mengusir penjajah dari tanah Simalungun, dan sekitarnya.

"Yang kami bicarakan hari ini adalah calon Pahlawan Nasional, tetapi Pahlawan Nasional yang datang dari daerah. Ini sumbangan daerah untuk NKRI. Hal ini menjadi penting sebab membangun Indonesia, harus dari daerah," kata Sesepuh Masyarakat Simalungun, Prof Bungaran Saragih, dalam keterangan resmi.

BACA JUGA: Tuan Rondahaim Saragih Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

"Kalau daerah tidak mendapat perhatian dari pemerintah pusat, dalam pengertian yang luas, maka sulit bagi NKRI untuk berkembang pada masa-masa yang akan datang. Maka dari itu, pemerintah pusat harus menyadari bahwa kekuatan bangsa ini, ada di daerah," sambungnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Pertanian periode 2000-2004 itu mengatakan bahwa Tuan Rondahaim Saragih merupakan salah satu leluhur yang kerap menjadi tauladan di keluarga.

BACA JUGA: PNM Dampingi Nasabah untuk Jadi Pahlawan Ekonomi Keluarga

Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih mengusir penjajah dari tanah air kerap menjadi cerita penting dalam perjalanan keluarga besar Saragih.

"Saya selalu mendapat nasihat dari para orang tua bahwa ada di bagian keluarga kita sesosok orang yang ikut berjuang mengusir Belanda, dengan perjuangan yang belum pernah terjadi di tanah Simalungun sebelumnya," beber Bungaran Saragih.

Senada dengan yang disampaikan oleh Bungaran Saragih, Guru Besar Sejarah UIN Syarif Hidayatulah, Prof. Dr. Dien Madjid menyebut bahwa upaya mendorong pemerintah untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragih merupakan langkah yang penting.

Menurutnya, semua harus meminta Bupati Simalungun aktif, Dr. Jopinus Ramli Saragih untuk mau membuat deklarasi mendukung pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragih.

"Sementara opsi kedua adalah bagaimana DPRD sekarang ini bersama Gubernur dan tokoh yang lain, bisa membawa usulan ini ke Presiden. Kita sampaikan bahwa berdasarkan kajian akademis dan lainnya, bagaimana agar tokoh besar dari tanah Simalungun ini bisa diangkat," jelasnya.

Ketua sekaligus Pendiri Nation and Character Building Institute (NCBI), Juliaman Saragih selaku moderator diskusi mengatakan bahwa pihak penyelenggara berharap agar gelar Pahlawan Nasional segera diberikan kepada Tuan Rondahaim Saragih pada Hari Pahlawan 10 November 2023.

Sebab, Tuan Rondahaim Saragih yang merupakan Penerima Bintang Jasa Utama Republik Indonesia (berdasar Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 077/TK/TAHUN 1999, tanggal 13 Agustus 1999), sejatinya adalah representasi Suku Simalungun di Sumatera Utara.

Pertimbangan yang lain adalah belum adanya penganugrahan Pahlawan Nasional dari tanah Simalungun, padahal suku Simalungun memiliki andil besar dalam sejarah perjuangan bangsa, sejak masa penjajahan kolonial Belanda hingga masa perang kemerdekaan.

"Selain pertimbangan politik kekuasaan, bagaimana kita menilai dan merumuskan kepatutan terhadap figur dan jejak rekam perjuangan Tuan Rondahaim Saragih, dengan harapan, bisa melengkapi dan memperkuat pertimbangan keputusan Presiden menetapkan Tuan Rondahaim Saragih sebagai Pahlawan Nasional Tahun 2023," imbuhnya.

Juliaman menjelaskan bahwa selain ahli strategi perang, Tuan Rondahaim Saragih juga mampu memobilisasi ribuan rakyat Simalungun dari Kerajaan Maropat (4 Kerajaan, lintas etnik) untuk berjuang mengusir penjajah Belanda, dan mengirim pasukannya di sepanjang perbatasan Kerajaan Deli dan Tanah Karo ketika Belanda sudah menaklukan wilayah pantai Sumatera Timur khususnya Bandar Khalifah (Pelabuhan Kerajaan Padang).

"Membangun Benteng Pertahanan di Saran Sisaping: Local Genius; memanfaatkan topografi (bentang alam) dan teknik perang gerilya. Jangkauan Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih menembus keluar Simalungun, bahkan berdampak secara luas tidak hanya sampai ke Medan, Batavia tapi menjangkau Negeri Belanda: Menjadi pembicaraan di parlemen Belanda (Menteri Koloni)," tutup Juliaman Saragih. (ded/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler