Masyarakat Tobasa Ingin Calon Bersih, Survei FSI: Elektabilitas Poltak Sitorus Tertinggi

Kamis, 25 Juni 2015 – 22:22 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Focus Survey Indonesia baru saja merilis hasil survei kondisi ekonomi rumah tangga dalam lima tahun terakhir warga Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara yang tak kunjung membaik.

Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa 64,8 persen dari 1036  orang responden menyatakan keadaan ekonomi tidak mengalami perubahan selama kepemimpinan Bupati saat ini. Bahkan responden menilai perekonomian mereka cenderung memburuk selama lima tahun pemerintahan ini. Hanya 27,3 persen yang menyatakan ada perubahan perbaikan.

BACA JUGA: Kuat Dugaan Pelaku Cyber Crime, Polisi Temukan Sejumlah Alat Elektronik di Rumah Kontrakan

"Tingginya angka prosentase warga yang menganggap ekonominya lebih buruk dilihat dari keadaan ekonomi rakyat yang masih rendah," ujar Direktur Eksekutif Focus Survey Indonesia, Pandapotan Lubis dalam siaran persnya, Kamis (25/6).

"Hal ini disebabkan masih terus adanya industri kecil menengah yang gulung tikar karena tidak adanya bantuan dari pemerintah, misalnya industri tenun ulos yang bangkrut karena tidak adanya modal," tambahnya.

BACA JUGA: Tampung Puluhan WN Asing, Rumah Mewah di Palm Spring Digerebek

Industri yang masih bertahan pun tidak dapat berkembang lantaran kekurangan modal mengembangkan usahanya. Mirisnya lagi, pemerintah Tobasa tidak memberikan jalan untuk mempermudah pengusaha dalam mendapatkan modal.

"Dalam temuan survei bahwa sarana dan prasarana pendidikan di Tobasa, menurut masyarakat terjadi penurunan perbaikan mutu dan fasilitas. Hal itu tergambar dari jawaban masyarakat," tambahnya.

BACA JUGA: Kerelaan Seorang Istri, Mau Dipoligami

Lebih mengagetkan lagi hasil survei lainnya, lanjut Lubis, bahwa dari 1.036 responden sebesar 60,90 persen menilai kinerja Kasmin Simanjuntak-Liberty Pasaribu dalam hal pembangunan fasilitas pendidikan tidaklah ada bedanya dengan pemerintahan sebelumnya.  

Para responden melihat selama lima tahun menjabat tidak ada perubahan pada wajah pendidikan Toba Samosir. Misalnya tidak adanya renovasi gedung sekolah yang rusak, ataupun pembangunan gedung sekolah baru serta kurangnya tenaga pengajar/guru. 

Akibatnya terjadi ketimpangan kualitas pendidikan itu akan tetap jauh antara kecamatan terpencil dengan kecamatan di daerah perkotaan.

"Pembangunan kesehatan juga menunjukan tidak ada kemajuan, 62,4 persen mengatakan buruk dan tidak maju. Masyarakat menilai buruk dilihat dari banyaknya warga yang berobat ke luar kabupaten karena fasilitas lebih baik," tegasnya.

Sementara untuk Pilkada Tobasa sendiri, menurut Lubis, masyarakat lebih memilih calon yang memiliki rekam jejak bersih. Dalam survei itu muncul nama Poltak Sitorus, tokoh masyarakat, mantan Dosen ITB dan lama tinggal di USA serta pengusaha sukses. Selanjutnya muncul nama dibelakangnya, Ir. Darwin Siagian dan Jainur Manurung yang mempunyai elektabilitas cukup baik.

"Jawaban responden yang sangat signifikan hanya tertuju pada dua orang calon, yaitu tertinggi adalah Poltak Sitorus sebesar 25 persen disusul Ir. Darwin Siagian sebesar 19 persen. Berikutnya Sahat Panjaitan 10 persen, sedangkan calon lainnya tingkat penerimaannya hanya di bawah 10 persen," paparnya.

Masyarakat juga lebih meyakini yang bisa menyelesaikan prioritas masalah di Tobasa adalah Poltak Sitorus sebagai calon Bupati Tobasa sebesar 23 persen, disusul Ir. Darwin Siagian sebesar 18 persen, sedangkan calon lainnya tingkat penerimaannya hanya di bawah 10 persen. 

Lubis menambahkan, dari semua kriteria atau parameter dan faktor penentu bagi warga Tobasa menentukan pilihannya sebagai Bupati Tobasa periode 2015–2020 adalah elektabilitas. Di mana hasilnya apabila Pemilukada dilaksanakan pada hari ini, maka yang akan terjadi adalah dua putaran, karena tidak ada satu calonpun yang bisa meraih suara mayoritas.

"Menurut para responden yang memiliki elektabilitas tertinggi sebagai Bupati Tobasa adalah Poltak Sitorus dengan angka 27,4 persen. Selanjutnya dua besar yang akan memasuki putaran dua bersama Poltak Sitorus adalah Darwin Siagian yang memperoleh elektabilitas sebesar 15,8 persen," ucapnya.

Responden yang terlibat dalam survei ini tersebar di 16 kecamatan, terdiri dari 281 desa dan 19 kelurahan di Kabupaten Tobasa. "Adapun jumlah sampel adalah 1.036 responden dengan tingkat kepercayaan sebesar 98 persen dengan margin error kurang lebih 3,6 persen. Survei ini dilaksanakan pada 5-15 Juni 2015," tandasnya. (ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pencuri Masuk Pakai Kunci Duplikat, Emas Senilai Rp 150 Juta Raib


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler