Material Kelud Menumpuk di Waduk

Tumpukan Pasir Mencapai 5 Meter

Senin, 24 Februari 2014 – 07:31 WIB

jpnn.com - KEDIRI - Jutaan meter kubik material Gunung Kelud terdampar di Waduk Siman, Kepung, Kabupaten Kediri. Waduk yang kerap digunakan untuk upacara Melasti oleh umat Hindu tersebut dipenuhi endapan abu vulkanis dan mengalami pendangkalan. Karena itu, kemarin (23/2) Pemkab Kediri melakukan normalisasi dengan mengeruk material dari dalam waduk.

Jawa Pos Radar Kediri melaporkan, pengerukan dilakukan dengan menggunakan enam backhoe atau alat keruk dari Perum Jasa Tirta dan Dinas Pengairan Pertambangan dan Energi Kabupaten Kediri. Lumpur bercampur pasir dikeruk dan dinaikkan ke pinggir waduk.

BACA JUGA: Empat Bulan Tidak Bikin Pelat Nomor

Menurut Plt Kabaghumas Pemkab Kediri Edhi Purwanto, hal tersebut dilakukan agar fungsi waduk kembali normal. “Karena terkena pasir dan material Kelud, waduk mengalami pendangkalan, makanya harus dinormalkan lagi,” ujarnya.

Akibat muntahan material Kelud, kedalaman waduk berkurang cukup signifikan. Dari 10 meter menjadi tinggal sekitar 5 meter. Waduk Siman merupakan penyuplai irigasi sekitar 20 ribu hektare sawah warga. Mulai yang ada di Kabupaten Kediri hingga area persawahan di wilayah Jombang.

BACA JUGA: Tuntut Insentif, Paramedis Mogok Kerja

Sungai yang menjadi penyokong waduk itu adalah Sungai Konto yang mengalir hingga Kandangan dan Badas. Karena waduk tersebut terkena imbas lahar dingin, pasokan irigasi ke sejumlah area persawahan tidak bisa maksimal, bahkan terhenti. Nah, pengerukan dilakukan sampai kedalaman waduk kembali ke semula.

Edhi mengatakan, pihaknya mendapatkan bantuan dari aparat TNI. Terutama untuk menyingkirkan material yang sudah diangkat ke pinggir dan memperbaiki kerusakan akibat terjangan lahar dingin beberapa waktu lalu. Material yang dikeruk dimanfaatkan untuk peninggian waduk.

BACA JUGA: Mesin Pembangkit di Kualanamu Dibuatkan Peredam

Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Kelud mengakibatkan banjir lahar dingin pada Selasa lalu (18/2). Membawa material Kelud, mulai batuan, pasir, hingga pepohonan, terjangan lahar dingin membuat panik warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Konto.

Jembatan Kandangan yang menghubungkan wilayah Kediri dengan Jombang dan Malang bahkan sempat ditutup selama 2,5 jam. Penyebabnya, lahar dingin membuat debit Sungai Konto naik hingga ke badan jembatan. Beberapa rumah, warung, dan masjid di wilayah Damarwulan, Kepung, bahkan sempat terendam. (die/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... CPNS dari Honorer K2 Ditugaskan ke Wilayah Kepulauan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler