Mau Dapat Antrean Paling Cepat, Bayar Dulu Rp 200 Ribu

Rabu, 08 Maret 2017 – 23:19 WIB
Antrean helm milik para pengurus paspor di depan konter pengurusan paspor Imigrasi Batam. Foto: batampos/jpg

jpnn.com - jpnn.com - Antrean panjang terlihat mengular di kantor Imigrasi Batam dalam beberapa hari ini.

Saking ramainya warga yang antre untuk urusan paspor, sejumlah warga memutuskan menunda pengurusan dokumen tersebut.

BACA JUGA: Ckckck... Lihat Ada Antrean Helm di Imigrasi Batam

Tapi, ada juga sebagian warga yang nekat menggunakan jasa calo. Karena panjangnya antrean tersebut dimanfaatkan para calo.

Mereka menjual nomor antrean kepada warga dengan harga yang lumayan yakni mulai Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.

BACA JUGA: Siswi SD Ini Beberkan Ciri-ciri Kedua Penculiknya

Lian, warga Batuaji rela merogoh kantongnya untuk bisa mempercepat antrean di Kantor Imigrasi Batamcenter, Rabu (8/3) pagi. Ia membayar Rp 100 ribu untuk antrean nomor 9 pengurusan paspor.

"Saya ditawarkan antrean nomor 9 oleh seorang pria. Tapi saya harus bayar Rp 100 ribu," kata Lian kepada Batampos (Jawa Pos Group), Rabu.

BACA JUGA: Hamdalah, Siswi SD Ini Lolos dari Aksi Penculikan

Diceritakan Lian, pagi itu ia datang ke Kantor Imigrasi untuk mengurus paspor keluarganya. Namun sesampainya disana, ia bingung melihat deretan helm dan berbagai macam benda berbaris di halaman kantor Imigrasi.

"Antreannya panjang," ungkap Liani.

Tawaran itu menurut Liani cukup meringankan bebannya, karena tidak perlu antre hingga berjam-jam lagi. Apalagi saat itu, panjang antrean lebih dari 20 meter. Padahal masih pukul 06.30 WIB.

"Masih pagi, tapi antrean sudah panjang, makanya saya terima tawaran itu. Daripada menunggu lama," jelas Lian.

Menurut dia, harga antrean tergantung dari nomor berapa dari depan. Semakin di depan, maka harga antrean yang ditawarkan semakin tinggi. Para calo mengaku sudah ambil posisi sejak pukul 12 malam.

"Katanya ambil dari malam, makanya bisa dapat bagian depan. Ada juga yang beli Rp 200 ribu, tapi antrenya agak didepan," bebernya

Senada dikatakan Indrawati yang rela membayar Rp 100 ribu untuk antrean depan. Apalagi saat itu, ia datang sudah pukul 07.30 WIB.

"Daripada nunggu lama, makanya saya beli saja. Dapat nomor delapan," terang Indrawati.

Hal berbeda dirasakan Prayitno, warga Batamcenter yang harus mengikhlaskan dirinya ditolak petugas Imigrasi karena tidak memiliki uang Rp 25 juta ditabungan. Padahal alasannya membuat paspor hanya untuk jalan-jalan.

"Katanya harus ada uang Rp 25 juta di tabungan. Itu peraturan dari pusat kata petugas," tukas Prayitono yang masih kesal.

Menurut dia, saat berhadapan dengan petugas ia ditanya alasan pembuatan paspor. Jika untuk menjadi TKI, maka ia harus melampirkan identitas orang yang akan menampungnya diluar negeri. Namun jika jalan-jalan, Prayitno harus memiliki tabungan minimal Rp 25 juta.

"Ini kan aneh, tujuan saya hanya untuk jalan-jalan. Kok dibikin ribet gini. Padahal kemarin udah antre, eh pas bikin udah masuk malah ditolak," pungkas Prayitono. (she)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kapal Buatan Batam untuk Malaysia Diluncurkan, Keren...


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Batam   Buat Paspor  

Terpopuler