Mau Mudik? Waspadai Tiket Bus Bodong

Kamis, 11 Mei 2017 – 20:00 WIB
Terminal bus. dok. JPG

jpnn.com, SURABAYA - Hati-hati jika ada ingin bepergian melalui Terminal Purabaya, Surabaya.

Pasalnya, kondisi terminal yang ramai sering dimanfaatkan pelaku kejahatan. Modus yang digunakan beragam.

BACA JUGA: Inilah Ruas Tol Proyeksi Aturan Ganjil-Genap saat Mudik

Salah satunya menggunakan tiket bodong untuk menipu calon penumpang.

Cara yang digunakan pelaku untuk menipu calon penumpang bisa dibilang rapi. Mereka membuat tiket abal-abal untuk ditawarkan.

BACA JUGA: Tol Batang-Semarang Fungsional H-10 Lebaran

Pelaku semula bertanya kepada calon penumpang yang kesulitan mencari bus.

Setelah mengetahui kota tujuan, pelaku menawarkan tiket kepada calon penumpang tersebut.

BACA JUGA: Ganjil Genap di Tol tak Jamin Mudik jadi Lancar

Targetnya adalah calon penumpang jarak jauh. Misalnya, Surabaya-Pacitan, Surabaya-Ponorogo, Surabaya-Jakarta, dan Surabaya-Banyuwangi.

Modus penipuan seperti itu berhasil diungkap setelah UPT Terminal Purabaya bersama polisi melakukan pemantauan tertutup.

Petugas menyebar dan berbaur dengan kru bus. Akhirnya, diketahui ada beberapa orang yang menawarkan tiket kepada calon penumpang.

"Mereka tidak mengenakan identitas dari PO tertentu," kata Kasubnit Kamtib UPT Purabaya Hardjo.

Petugas yang memakai pakaian preman itu mendekati pria yang menawarkan tiket.

Belum sempat bertanya, pria yang masuk dalam pantauan tersebut menawarkan tiket.

Mereka mengatakan bisa membantu mencarikan bus sesuai jurusan yang dituju.

Ucapan itu disampaikan sambil menyodorkan tiket kepada calon penumpang.

"Di tiket itu tidak tertulis nama PO dan jurusan bus," imbuh Hardjo.

Penumpang yang tidak teliti bisa dengan mudah tertipu. Mereka membayar harga yang ditetapkan.

Selanjutnya, menunggu arahan bus yang bisa ditumpangi. Harga tiket yang ditawarkan jauh di atas tarif sebenarnya.

Misalnya, Surabaya-Pacitan Rp 80 ribu dijual Rp 120 ribu. Surabaya-Jakarta Rp 170 ribu dijual Rp 190 ribu.

Keuntungan mereka Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per tiket.

Hardjo menyatakan, apabila tidak ada bus sesuai tujuan yang diinginkan, penjual tiket abal-abal itu asal menunjuk bus.

Akibatnya, penumpang yang membeli tiket tersebut diturunkan di tengah jalan.

"Mereka sudah telanjur bayar, tapi bus yang ditumpangi tidak sesuai arah tujuan," jelasnya.

Petugas gabungan lalu mengamankan dua orang yang tertangkap tangan sedang praktik di sekitar terminal.

Mereka adalah Lulut Widodo dan Subur Hariyanto. Keduanya langsung diamankan di Mapolsek Waru.

Kapolsek Waru Kompol Fathoni yakin pelaku bukan hanya dua orang. Mereka juga sudah lama beroperasi di wilayah tersebut.

Dia sering mendapat laporan dari anggota yang mengadakan pengamanan tertutup di sekitar Terminal Purabaya.

"Hingga kini,kami masih terus memantau rekan-rekan mereka," ungkapnya. (riq/c6/oni/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Diprediksi Kemacetan Masih Berpusat di Brexit


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler