Mau Pindahkan Pohon, Nemu Mortir

Sabtu, 01 Maret 2014 – 08:32 WIB

jpnn.com - BANDUNG - Warga Kampung Cipicung Hilir, RT 5 RW 2, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung sempat dikagetkan dengan penemuan bahan peledak jenis mortir di area perkebunan milik PT DAM Utama Sakti di, Jumat (28/2).

Ketua RW 5, Iyus Setiawan mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB, saat itu Dadi yang merupakan tukang kebun hendak memindahkan pohon.

BACA JUGA: BKD Usulkan 1.900 CPNS

"Tadi Pak Dadi lagi menggali tanah, mau pindahkan pohon cempaka. Saat menggali tanah, cangkulnya mengenai benda keras seperti batu, saat digali ternyata itu mortir," jelasnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurut Iyus, seketika itu Dadi menghentikan aktivitasnya  dan melaporkan kejadian tersebut kepadanya. Temuan itu segera dilaporkan ke polisi, lantaran dikhawatirkan mortir masih dalam keadaan aktif dan sewaktu-waktu bisa meledak.

BACA JUGA: Bantuan Pakaian Disortir, yang Jelek Diberikan ke Pengungsi

"Waktu dicek, benda berada di dalam tanah itu memang mortir. Mortir berukuran panjang 40 sentimeter dengan diameter 12 sentimeter," jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Jabar, Irjen Pol Mochamad Iriawan mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman dan penyelidikan atas penemuan mortir ini.

BACA JUGA: Sinabung Mendadak Menyembur Lagi

Namun, kuat dugaan mortir itu peninggalan zaman Belanda dan Jepang. Setelah dievakuasi unit Jibom Sat Brimob Polda Jabar, benda mematikan itu diperiksa apakah aktif atau tidak.

"Kita periksa dulu, apakah itu masih aktif atau tidak," katanya kepada wartawan usai Jumat keliling (Jumling) di Masjid Raya Provinsi Jawa Barat, Jalan Dalem Kaum.

Ia menyebutkan, setelah diperiksa baru bisa ketahuan apakah mortir itu aktif atau tidak. Namun dia menduga mortir itu peninggalan zaman perang dunia (PD) II dulu. "Diduga peninggalan zaman Belanda dan Jepang," tegasnya. (bal)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Guru Honorer Senior Merasa Diinjak-injak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler