Mau Tahu Substansi Gugatan Prabowo - Sandi? Silakan Tunggu Hingga 14 Juni

Sabtu, 25 Mei 2019 – 17:23 WIB
MENDAFTAR: Bambang Widjojanto dan Denny Indrayana selaku kuasa hukum Prabowo Subianto - Sandiaga S Uno saat mendaftarkan gugatan atas hasil Pilpres 2019 di MK, Jumat (24/5) malam. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Tim kuasa hukum Prabowo Subianto - Sandiaga S Uno masih merahasiakan substansi materi gugatan atas hasil Pilpres 2019 yang telah didaftarkan di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Denny Indrayanya yang juga anggota tim kuasa hukum Prabowo - Sandi, pihaknya tak akan terburu-buru membeberkan substansi gugatan atas hasil Pilpres 2019.

Denny menyatakan, tim kuasa hukum Prabowo - Sandi akan memaparkan substansi materi gugatan saat pemeriksaan pendahuluan pada persidangan di MK yang digelar 14 Juni mendatang. “Jadi, terkait substansi sama-sama kita tunggu,” kata Denny dalam diskusi bertema MK Adalah Kunci di Jakarta Pusat, Sabtu (25/5).

BACA JUGA: PSI Minta Bambang Widjojanto Tidak Banyak Bersandiwara

Baca juga: Mengapa Penggugat Hasil Pilpres Selalu Kalah di MK? Begini Penjelasan Titi Anggraini

Mantan wakil menteri hukum dan hak asasi manusia (wamenkumham) itu mengatakan, publik punya rasa ingin tahu yang besar soal gugatan Prabowo - Sandi. Denny pun memahami keingintahuan publik.

BACA JUGA: Mengapa Penggugat Hasil Pilpres Selalu Kalah di MK? Begini Penjelasan Titi Anggraini

“Itu wajar. Kami juga ingin  menjadi dokumen publik terkait permohonan dan agumentasi ini sebagai prinsip transparansi yang sama-sama kita tahu bagian syarat-syarat negara demokratis,” ujarnya.

Denny menambahkan, persidangan di MK terbuka untuk umum. Dengan demikian, katanya, nanti publik bisa melihat dan menilai pelaksanaan pemilu berdasar persidangan di MK.

BACA JUGA: TKN Jokowi Ragukan Prabowo - Sandi Punya Bukti Sahih untuk Menang di MK

Baca juga: Ssttt... Bambang Widjojanto Pernah Bermasalah Tangani Sengketa di MK

Menurut Denny, sesuai Pasal 22 E UUD 1945 maka pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. “Jadi, yang menjadi kunci di dalam permohonan di MK ini adalah seberapa jujur dan seberapa adilnya Pemilihan Umum 2019,” katanya.

Denny menehaskan, jujur dan adil bukan hanya menjadi kata kunci untuk Pemilu 2019, tetapi juga semua pesta demokrasi di Indonesia termasuk Pemilu 1955 dan Pemilu 2024. “Jadi, bagaimana menjaga pengejewantahan dua kata jujur dan adil itu dalam pilpres,” tegasnya.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Andre Gerindra Beber Alasan Prabowo Pilih BW Gugat Hasil Pilpres ke MK


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler