Mayat Bayi Ditinggal Ibunya di Rumah Sakit

Sabtu, 12 April 2014 – 06:20 WIB

jpnn.com - GORONTALO - Buntut tak mampu membayar biaya persalinan, seorang ibu , Miranda Rais rela meninggalkan bayinya sendiri yang baru dilahirkan di Ruma Sakit Aloe Saboe (RSAS).

Bayi yang dilahirkan premature itu pun meninggal dunia, dan hingga kini bayi malang itu masih berada di Mortuary Cabinet ruang mayat RSAS Kota Gorontalo, belum djiemput orang tuanya.

BACA JUGA: Mayat Pria dan Wanita Tergeletak di Hutan

Informasi dirangkum GORONTALO POST (grup JPNN), sebelumnya pada Senin (31/3), seorang ibu Miranda Rais yang merupakan warga Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo itu dalam kondisi mengandung masuk RSAS.

Saat itu juga Miranda Rais melahirkan seorang bayi mungil melalui operasi caesar. Setelah melahirkan, ibu yang tidak didampingi oleh suaminya melainkan hanya beberapa kerabatnya itu, langsung dirawat di ruang Nifas.

BACA JUGA: Banyuwangi Luncurkan Aplikasi Wisata Berbasis Android

Sementara bayi yang dalam kondisi sesak nafas, langsung dirawat di inkubator ruang Neonatus Intensive Care Unit (NICU). Setelah menjalani perawatan selama sepekan, bayi yang disinyalir lahir prematur dan sepsis akhirnya meninggal, Senin (7/4) sekitar pukul 18.00 Wita.

Pihak rumah sakit pun saat itu telah menyampaikan ke ibu bayi malang itu. Bahwa biaya perawatan setelah diberi keringanan hanya mencapai Rp 2 juta.

BACA JUGA: Pesawat Pengangkut Surat Suara Tergelincir

Disinyalir Miranda tak mampu membayar biaya perawatan tersebut, dan takut menyampaikan ke pihak rumah sakit. Akhirnya perempuan yang tak didampingi suaminya itu kabur meninggalkan mayat bayinya yang hasil darah dagingnya.

Setelah Miranda, tiba- tiba kabur meninggalkan rumah sakit tanpa ada pesan ke pihak medis. Akhirnya sejam kemudian setelah bayi meninggal, pihak rumah sakit pun langsung mengarahkan bayi yang berusia tujuh hari itu ke ruang mayat di simpan di Mortuary Cabinet.

Wakil Direktur RS. Aloei Saboe, Dr Medy Sarita, mengungkapkan bahwa pada prinsipnya pihak rumah sakit tidak menahan mayat bayi. Hanya orang tua bayi saja yang tidak mau menjemput.

"Awalnya memang setelah diberi keringanan biaya perawatan senilai kurang lebih Rp 2 juta. Namun kalau saat itu orang tua bayi menyampaikan tidak mampu maka dibebaskan. Kita sudah bebaskan biayanya, orang tua jemput saja mayat bayinya," jelasnya.(Tr-26/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gandeng ITB Kaji Kelayakan Jembatan Bulan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler