Mayjen Achmad Riad: Kami Siap Menangkap Seluruh Anggota KKB

Selasa, 27 April 2021 – 09:32 WIB
TNI siap menangkap seluruh anggota KKB di Papua. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Jajaran TNI siap membantu polisi menangkap seluruh anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Achmad Riad menegaskan hal tersebut di Jakarta, Senin, menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang memerintahkan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, mengejar dan menangkap seluruh anggota kelompok kriminal di Papua.

BACA JUGA: Soal KKB, Begini Pendapat Moeldoko, Boy Rafli, dan 2 Letjen

"Intinya, kami (TNI) siap untuk menangkap seluruh anggota KKB. Kami menunggu keputusan politik Presiden Jokowi selanjutnya," kata Mayjen Achmad Riad.

Dikatakan, selama ini TNI dan Polri sudah bekerja sama secara baik untuk menangkap anggota kelompok bersenjata di Papua yang sering menembak aparat negara dan warga sipil dengan cara yang kejam.

BACA JUGA: Kabinda Ditembak KKB Papua, Mahfud MD Diminta Segera Ambil Langkah Tegas

Tentang kemungkinan operasi besar-besaran di Papua untuk menangkap seluruh anggota kelompok bersenjata, kata Riad, TNI tetap menunggu keputusan politik selanjutnya dari pemerintah.

Sebelumnya, Jokowi memerintahkan Tjahjanto dan Sigit untuk menangkap seluruh anggota kelompok bersenjata setelah serangan yang menewaskan Kepala BIN Daerah Papua Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny, Minggu (25/4), di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.

BACA JUGA: Bupati Menyambangi Rumah Keluarga Korban KRI Nanggala 402, Disambut Tangis Histeris

Ini adalah korban serangan kelompok bersenjata dengan pangkat paling tinggi yang pernah terjadi selama ini, yaitu brigadir jenderal TNI.

Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, menegaskan, tidak ada tempat bagi kelompok kriminal di wilayah Tanah Air Indonesia, termasuk Papua.

"Saya tegaskan tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata di tanah Papua maupun di seluruh pelosok Tanah Air," ujarnya.

Presiden Jokowi menyampaikan duka cita mendalam dan menaikkan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada Brigadir Jenderal TNI I Gusti Putu Danny atas pengabdian, dedikasinya, dan pengorbanan yang telah dilakukan.

"Atas nama bangsa, rakyat, dan negara saya sampaikan dukacita mendalam kepada keluarga dan yang ditinggalkan," ujarnya.

Danny pada Minggu (25/4) terjebak dalam arena kontak tembak dengan kelompok bersenjata saat Satuan Tugas BIN dan Satgas TNI/Polri, dalam perjalanan menuju Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4).

Putu Danny diketahui turun langsung karena hendak mengobservasi lapangan guna mempercepat pemulihan keamanan di sana.

“Sekitar pukul 15.50 WIT, Satgas BIN dan Satgas TNI/Polri diadang oleh kelompok separatis dan teroris (KST) Papua, sehingga terjadi aksi saling tembak di sekitar gereja Kampung Dambet. Akibat kontak tembak tersebut, Kabinda Papua tertembak dan gugur sebagai pahlawan di lokasi kejadian,” menurut keterangan Deputi VII Badan Intelijen Negara, Wawan Hari Purwanto, pada Senin.

Jasad Danny itu telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan dibawa ke Timika untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk kemudian akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Selasa (27/4). (antara/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler