Mayoritas Kader Golkar di Parlemen Pilih Cari Aman

Minggu, 29 Maret 2015 – 17:17 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Bowo Sidik Pangarso menilai partai politik memiliki kekuasaan yang terlalu besar terhadap kader mereka di parlemen. Akibatnya, baik anggota DPR dan DPRD  tidak maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai wakil rakyat.

"Kekuasaan partai politik sangat besar ini harus dikurangi. Kalau tidak dikurangi, wakil rakyat tidak optimal menjalankan tugas dan fungsinya," kata Bowo, Minggu (29/3).

BACA JUGA: Harga BBM Naik Lagi, DPR Tak Terlalu Bereaksi

Demikian juga halnya dalam konflik internal partai politik. Menurutnya, elite parpol juga memaksa kadernya untuk ikut terlibat konflik.

"Padahal yang konflik itu elite dan jumlahnya tidak lebih 20 orang. Tapi kader yang selalu diobok-obok dan dipaksa untuk mendukung figur," tegasnya.

BACA JUGA: Golkar Agung Laksono Perintahkan Anggota FPG Cabut Dukungan ke Hak Angket

Untuk menghindar dari konflik, kata Bowo, mayoritas anggota Fraksi Partai Golkar di DPR dan DPRD lebih banyak tidak mengaktifkan alat komunikasinya. Hal itu dimaksudkan demi keamanan posisi masing-masing.

"Kalau saya, lebih banyak berada di daerah pemilihan ketimbang di Jakarta dan temen-temen juga lebih banyak menempatkan diri di tengah-tengah di antara dua kubu. Cari aman agar tidak diseret-seret dalam konflik," ungkapnya.(fas/jpnn)

BACA JUGA: Ini Cara Setya Novanto Menghindar saat Ditanya soal Konflik Golkar

BACA ARTIKEL LAINNYA... DPR Galang Hak Angket, Ini Pesan Amien Rais untuk Jokowi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler