Mayoritas Publik Merasa Aman di Era Presiden Jokowi

Minggu, 24 Desember 2017 – 23:03 WIB
Mantan anggota Kompolnas Edi Hasibuan.

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) melakukan jajak pendapat tentang tingkat rasa aman masyarakat di era pemerintahan Presiden Joko Widodo. Hasilnya, mayoritas dari 1.000 responden merasa presiden yang kondang disapa dengan panggilan Jokowi itu mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan mengatakan, terdapat 68,5 persen responden yang merasa aman sejak Jokowi menjadi presiden pada 2014. Rasa aman itu mampu meningkatkan kepercayaan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

BACA JUGA: Menhub Dinilai Berhasil Berhasil Wujudkan Keinginan Presiden

Edi menjelaskan, responden juga merasa puas dengan kebijakan Presiden Jokowi dalam mengelola keamanan yang dipercayakan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Jenderal Gatot Nurmantyo semasa menjadi Panglima TNI. “Sementara yang kurang puas menurut hasil penelitian Lemkapi ada sebanyak 21,6 persen,” kata dia, Minggu (24/12).

Lebih lanjut Edi mengatakan, dari penelitian Lemkapi itu juga terungkap tiga faktor yang membuat masyarakat percaya tehadap aparat keamanan. Pertama adalah faktor sinergitas yang baik antara pimpinan Polri dan TNI.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Bagikan 10.350 Sertifikat Tanah di Jateng

Kedua, kepercayaan masyarakat terhadap Polri dan TNI juga meningkat. Ketiga adalah dukungan penuh dua lembaga keamanan itu kepada kebijakan Presiden Jokowi.

Edi pun menyebut tingkat keamanan yang dirasakan publik berpengaruh pada dukungan bagi Jokowi untuk maju lagi pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. “Sehingga Pak Jokowi sangat berpeluang lagi untuk menjabat tahun 2019,” sambung mantan anggota Kompolnas itu.

BACA JUGA: Oso Ajak Kader Hanura Pungkiri Survei Elektabilitas Partai

Sementara Presiden Lemkapi Faisal Santiago menjelaskan, survei itu dilakukan terhadap 1.000 responden berusia di atas 17 tahun selama dua bulan secara random sejak 15 Oktober hingga 15 Desember 2017. Survei itu menggunakan metode stratified multistage random (MSMR) dengan margin of error kurang lebih 2 persen dan tingkat kepercayaan 97 persen.

“Wawancara terhadap responden menggunakan metode tatap muka dengan pewawancara yang sudah dilatih di setiap kabupaten di Indonesia,” kata Faisal.(mg1/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi: Saya Ingin Bertanya, Adakah Nurani Rakyat di Hatimu?


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler