Mbak Leli Agustin Tewas Ditembak Perampok, Rektor UNU Lampung Berduka

Sabtu, 22 Januari 2022 – 20:17 WIB
Jenazah Mbak Leli Agustin saat akan dimakamkan di desanya, Desa Toto Projo, Kecamatan Way Bungur pada Sabtu (22/1) pagi. Foto: Antara/HO

jpnn.com, LAMPUNG TIMUR - Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung HM Miftahudin menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga Leli Agustin, karyawati BRILink yang tewas ditembak perampok, Jumat (21/1).

Leli Agustin tercatat sebagai salah satu mahasiswi UNU Lampung.

BACA JUGA: Anak Buah AKBP Zaky Kejar Perampok yang Menembak Mati Karyawati BRILink

"Leli Agustin mahasiswa program studi statistika semester lima," kata Humas UNU Lampung Feri Tri Setiawan, Sabtu (22/1).

Rektor UNU Miftahudin hadir bertakziah di rumah duka dan turut mendoakan agar almarhumah Leli Agustin wafat husnulkhatimah.

BACA JUGA: Waspada Modus Perampokan yang Menewaskan Karyawan BRILink

"Diampuni semua dosa kesalahan, diterima semua amal ibadahnya, dijadikan alam barzahnya taman surga-Nya Allah SWT," doa Miftahudin.

Jenazah Leli telah dimakamkan di desanya, Desa Toto Projo, Kecamatan Way Bungur pada Sabtu pagi.

BACA JUGA: Warga Aceh Jadi Korban Perampokan Berkedok Razia, Nasir Djamil DPR Bereaksi

Sebelumnya, terjadi perampokan di BRILink Desa Tambah Subur, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Lampung pada Jumat (21/1) sore pukul 17.00 WIB.

Kejadian tersebut mengakibatkan seorang karyawati bernama Leli Agustin (20) meninggal dunia akibat ditembak pelaku di bagian kepala saat pelaku ingin mengambil sebuah tas berisi uang.

Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution menyatakan jajarannya telah mengetahui ciri-ciri perampok yang merampok BRILink Desa Tambah Subur.

"Kami sedang menyelidiki pelaku dan pelaku dalam proses pengejaran," kata AKBO Zaky.

Karena itu, dia meyakini pelaku bisa segera menangkapnya.

"Insyaallah tertangkap, karena ada beberapa saksi yang melihat dan mengetahui ciri-cirinya," ujarnya.

BACA JUGA: Innalillahi, Kecelakaan Beruntun di Simpang Rapak Balikpapan Renggut Banyak Korban

AKBP Zaky membeberkan kronologi perampokan yang menewaskan karyawati BRILink di Desa Tambah Subur, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, pada Jumat (21/1) sore.

Berawal ketika pelaku berpura-pura hendak menarik uang dan mendatangi gerai BRILink sebanyak tiga kali.

"Peristiwanya, pelaku berpura-pura mengambil uang di BRILink, sampai tiga kali datang," bebernya.

Saat pertama datang, pelaku berpura-pura mau mengambil uang Rp 100 juta.

Selanjutnya, karyawati BRILink menyampaikan jika hendak mengambil Rp 100 juta harus janjian terlebih dulu.

Pelaku kemudian pergi dan satu jam kemudian datang kembali, dan berpura-pura mau mengambil uang Rp 60 juta.

Karyawati BRILink mengatakan tidak bisa mengambil uang dalam jumlah sebanyak itu. Pelaku kemudian pergi lagi.

Sorenya sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku kembali datang, dan berpura-pura mau mengambil uang Rp 50 juta.

"Kalau Rp 50 juta bisa," ungkap AKBP Zaky menirukan jawaban karyawati BRILink tersebut kepada pelaku.

Setelah ditunjukkan uangnya di tas, pelaku mengeluarkan pistol dan pemilik BRILink ini langsung sembunyi di bawah meja.

"Tas yang berisi uang kemudian dibawa pelaku dan karyawan BRILink ini mengejar menahan motor pelaku, lalu kemudian karyawan ini ditembak pelaku," ungkapnya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler