jpnn.com, JAKARTA - Bareskrim Polri terus mendalami kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang diduga getol menyebar hoaks dan ujaran kebencian melalui medsos. Kelompok yang memiliki aktivis di berbagai kota itu juga punya akun di Facebook.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran mengatakan, sejauh ini ada dua grup di Facebook yang terkait MCA. Pertama adalah Sniper Team yang memiliki 177 anggota.
BACA JUGA: Muslim Cyber Army Minta Maaf ke Seluruh Warga Indonesia
“Ada juga grup United Muslim Cyber Army yang memiliki 102.064 members,” kata Fadil di kantor sementara Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).
Grup Sniper Team bertugas melakukan report terhadap akun lawan agar diblokir atau tidak bisa diakses. Sementara United Muslim Cyber bersifat terbuka sebagai wadah untuk menampung berita, video dan gambar dari anggota MCA untuk disebarluaskan di medsos.
BACA JUGA: Ada Syarat Khusus untuk Gabung Muslim Cyber Army
Fadil menambahkan, polisi juga masih menelusuri grup bernama Cyber Moeslim Defeat Hoax yang terafiliasi dengan kelompok MCA. Grup itu juga getol menggoreng isu.
"Tugasnya membuat opini dan share keluar secara masif. Isu-isunya kemudian ada tahapannya, seperti isu serang parpol tertentu, isu penyerangan ulama, PKI bangkit, itu fase tahapan dari settingannya," urai dia.
BACA JUGA: Begini Cara Kerja Admin Grup WA Muslim Cyber Army
Jenderal Polri berbintang satu itu menambahkan, para admin grup Family MCA menggunakan aplikasi Zello Walkie Talkie agar komunikasi mereka tak terendus. "Mereka dalam berkomunikasi menggunakan aplikasi Zello, semacam HT (handie talkie, red) tapi dalam handphone, telegram dan FB secara tertutup," kata Fadil.
Sebelumnya polisi telah menangkap enam orang aktivis MCA di lokasi berbeda. Mereka adalah Muhammaf Lutf (40), Riski Surya Darma (37), Ramdani Saputra (39), Yuspiadin (25), Ronny Sutrino (40) dan Tara Arsih Wijayani (40).(mg1/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Sekelumit Info soal Anggota Muslim Cyber Army dari Bali
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan