Victoria mengatakan keberhasilan penyelenggaraan turnamen tenis Australia Terbuka menjadi alasan bagi penambahan kedatangan internasional. (Flickr: David Spinks)

Mahasiswa asing, aktor, kru film dan penyelenggara acara-acara besar adalah masuk dalam daftar yang rencananya akan diperbolehkan masuk ke negara bagian Victoria mulai 24 Mei.

Pejabat sementara Menteri Utama Victoria James Merlino sudah menulis kepada Perdana Menteri Australia, Scott Morrison jika Victoria berniat menerima "kedatangan mereka yang akan bisa membantu pemulihan ekonomi Australia".

BACA JUGA: Tekor Rp 1 Triliun Setiap Tahun, Petani Australia Kesulitan Basmi Babi Liar

Tapi  hal ini masih harus mendapat persetujuan dari pemerintah Federal di Canberra.

Tambahan kedatangan internasional akan sebanyak 120 orang setiap pekannya, jumlah ini di luar warga Australia dan warga dengan status penduduk tetap (PR) yang kembali dari luar negeri.

BACA JUGA: Hong Kong dan Singapura Sepakati Koridor Perjalanan Bebas Karantina Mulai 26 Mei

Sejauh ini hanya warga Australia dan pemegang visa PR yang diizinkan kembali dan mereka harus menjalani karantina selama 14 hari.

Sekarang kriteria tambahan untuki kedatangan internasional adalah faktor ekonomi dan mahasiswa asing termasuk salah satu yang dianggap memenuhi syarat ini.

BACA JUGA: Seberapa Mungkin Kru dan Kapal Selam KRI Nanggala Dievakuasi dari Dasar Laut?

Mereka rencananya akan dikarantina di hotel yang berbeda dengan sistem karantina hotel yang sudah ada sekarang.

Pemerintah Victoria juga akan mempertimbangkan untuk mengizinkan masuknya "sejumlah kecil mereka yang punya kepentingan ekonomi" untuk masuk sebelum 24 Mei 'Tahu semua mahasiswa kami ingin berada di kampus'

Pemerintah Victoria mengatakan keberhasilan penyelenggaran turnamen tenis grandslam Australia Terbuka bulan Februari lalu membuat mereka yakin soal rencana untuk membuka lebih banyak kedatangan internasional.

Sementara itu sejumlah industri yang relevan dengan kedatangan internasional akan membantu pembiayaan skema baru tersebut.

Biaya keseluruhan yang harus ditanggung untuk kedatangan interasional tambahan ini sedang dihitung.

Namun diperkirakan akan lebih tinggi dari biaya yang dibayar oleh karantina saat ini, yaitu sekitar Rp 30 juta untuk hotel karantina selama dua minggu.

"Kami selalu mengatakan akan menerima kembali mahasiswa asing ketika waktunya aman dan beralasan untuk melakukannya," kata James, Premier sementara menggantikan Daniel Andrews yang sedang  dalam taraf pemulihan kesehatan.

"Atas nasehat pakar kesehatan kami dan juga bekerja sama dengan pemerintah federal, kami sudah membuat usulan bagi program karantina bagi kedatangan pelaku ekonomi termasuk mahasiswa internasional.

"Kami percaya akan bisa memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pemerintah federal bagi skema ini dan berharap usulan ini akan disetujui."

Rektor Monash University Prof Margaret Gardener mengatakan kepada Radio ABC Melbourne jika rincian dari skema ini sedang dirundingkan namun mengatakan sektor universitas diperkirakan akan menanggung sebagian biaya.

"Saya kira penting sekali bahwa kita melakukan kembali apa yang disebut operasi normal di seluruh negara bagian," katanya.

"Mereka adalah mahasiswa yang sudah ada dalam sistem kami sekarang, dan kami tahu semua mahasiswa kami ingin berada di kampus.

"Para mahasiswa ini akan datang dengan cara yang sama seperti warga Australia yang datang dari berbagai negara, banyak diantara mereka tidak menyebarkan virus sama sekali."

Juru bicara pihak oposisi di Victoria, Matt Bach menyambut baik langkah tersebut namun mengatakan ini sebenarnya sudah terlambat enam bulan.

"Pemerintah membuat program dengan cepat untuk menerima kedatangan para bintang tenis internasional, dan beberapa diantara mereka positif COVID, namun dalam soal industri terbesar kita yang memberikan pemasukan Rp14 triliun setiap tahun dan mendukung 80 ribu tenaga kerja, diperlukan waktu enam bulan," katanya.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya dari 

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Analisis Pakar Australia soal Pencarian KRI Nanggala 402

Berita Terkait