Lebih dari setengah juta orang berbondong-bondong ke pusat kota Melbourne untuk melihat festival tahunan White Night. Festival ini menampilkan lebih dari 120 instalasi seni dan proyeksi cahaya ke sejumlah gedung-gedung bersejarah di Melbourne.Video: White Night Melbourne.

Seolah ingin membuktikan diri, dengan gelarnya sebagai kota paling nyaman di dunia, Melbourne dianggap telah sukses menggelar festival White Night selama 12 jam.

BACA JUGA: Seni Wayang Hidupkan Sosok Legenda Raja Kera China di BrisAsia Festival

Festival White Night sudah digelar selama empat tahun berturut-turut, dengan memanjakan warga kota Melbourne dengan seni modern.

Tapi ada sejumlah perbedaan yang terasa. Misalnya saja sejumlah pengunjung yang merasa instalasi seni dan proyeksi cahayanya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Perempuan Aborijin Ini Termotivasi Jadi Atlet Footy Wanita

"Anak-anak saya malah menjadi kecewa, karena setelah pukul 10 malam tidak ada instalasi cahaya di Flinders," seperti yang ditulis Amalia Santos di akun Facebooknya.

Tetapi pihak penyelenggara mengatakan layout White Night kali ini sengaja diubah untuk mencegah kemacetan dari pejalan kaku, seperti tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Sejarawan Dokumentasikan Restoran China di Australia

Ada pula beberapa warga yang berencana untuk datang lebih larut malam di tahun depan.

Glynn Urquhart adalah salah satu dari 19 animator asal College Victoria of the Arts, yang memamerkan karyanya dalam instalasi yang berjudul 'Urban Creatures'.

"Saya tidak [pernah] mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan seni kepada banyak orang. Ini jadi hal yang besar, benar-benar menarik," katanya.

Sementara itu juru bicara dari Victoria Police mengatakan cukup lega dan puas dengan para pengunjung yang tetap bisa menjaga tingkah laku dan perbuatan mereka. Menurutnya, tidak ada insiden besar yang terjadi.

Direktur Artistik Andrew Walsh mengatakan jika acara White Night tahun 2016 sukses digelar, dilihat dari bertambahnya jumlah pengunjung dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kota Melbourne juga telah berhasil mempersiapkan festival dengan sangat rapi. Jumlah dan frekuensi kendaraan umum, seperti layanan tram dan kereta api ditambah dan beroperasi hingga pagi hari, sehingga memudahkan warga untuk pulang ke rumah masing-masing.

White Night Melbourne menjadi malam dari bergabungnya instalasi seni, proyeksi cahaya, pameran, pertunjukan musik di jalanan, pemutaran film, musik, tarian. 

Semuanya memenuhi jalanan kota Melbourne, taman-taman, ruang terbuka, bahkan hingga gang-gang kecil.


Sebuah gang yang dengan cahaya yang terang. Foto: Lili Tu.


Gedung Royal Melbourne Exhibition yang disulap. Foto: Margaret Burin.


Proyeksi di depan gedung National Gallery of Victoria. Foto: Jessica Longbottom.


Pertunjukan seni cahaya di dalam gedung perpustakaan State Library of Victoria. Foto: Erwin Renaldi

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ribuan Rumah Tangga Miskin di Australia Tidak Mampu Miliki Akses Internet

Berita Terkait