Memalukan! Maradona Cabuli Remaja

Senin, 06 Maret 2017 – 13:04 WIB
Ilustrasi. Foto: AFP

jpnn.com - jpnn.com - Maradona bakal merasakan kehidupan di balik jeruji besi karena ulahnya mencabuli Bunga (17, bukan nama sebenarnya).

Pria asal Desa Karya Bhakti, Sungai Betung, Bengkayang itu dibekuk Sat Reskrim Polres Bengkayang pada akhir Februari lalu.

BACA JUGA: Bejat! Usai Cabuli, Pacar Dijual ke Lokalisasi

Kasat Reskrim Polres Bengkayang AKP Novrial Alberti Kombo menjelaskan, Maardona ditangkap atas laporan AD yang merupakan ayah Bunga pada 28 Februari lalu.

“Ayah korban melaporkan, anak gadisnya yang masih berusia 17 tahun dibawa kabur dan disetubuhi,” kata Kombo, Minggu (5/3).

BACA JUGA: Rayuan Agus Maut, Pacar Digituin di Depan Toko Bangunan

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pihaknya mengetahui bahwa Maradona dalam perjalanan bersama Bunga menuju Bengkayang.

“Tersangka ini habis membawa Bunga ke Ketapang. Saat dia pulang ke Bengkayang, di simpang Darit, Landak, dia diringkus dalam mobil travel. Dalam mobil itu juga ada Bunga,” jelas Kombo.

BACA JUGA: Pacari Siswi SMA tapi Gayanya Mirip Suami, ya Dibui

Maradona kemudian dibawa ke Polres Bengkayang untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan saksi terungkap bahwa kejadian itu berawal pada Januari 2017 lalu.

Kala itu, Maradona meminta kepada temannya berinisial Aw untuk dikenalkan dengan Bunga.

“Nomor ponsel Bunga diberikan Aw kepada tersangka. Beberapa hari kemudian, setelah ngobrol asyik lewat ponsel, Maradona janjian bertemu dengan Bunga di Pasar Bengkayang,” kata Kombo.

Setelah pertemuan itu, keduanya menjadi akrab dan semakin dekat.

Maradona pun memberanikan diri ke rumah Bunga.

“Pelaku dengan gentleman-nya meminta izin kepada ayah Bunga untuk menikahi anaknya. Tetapi, ayah Bunga menolak permintaan itu dikarenakan anaknya masih sekolah,” ujar Kombo.

AD, sambung Kombo, meminta Maradona menunggu sampai anaknya lulus sekolah.

Saat itu, AD belum mengetahui bahwa Maradona sudah memiliki istri.

“Pelaku tak patah semangat, dia izin kembali untuk membawa Bunga dengan alasan untuk memperkenalkan korban kepada orang tuanya,” jelasnya.

Dengan izin AD, Maradona pun membawa Bunga. Namun, Bunga tak dibawa ke rumah orang tua Maradona, melainkan ke kos-kosan.

“Bunga diinapkan di kos yang bisa disewa harian. Selama itu Bunga disetubuhi. Keesokan harinya, korban diberi uang dan disuruh pulang oleh pelaku,” imbuhnya.

Persetubuhan ini masih belum diketahui AD. Pada 11 Februari 2017, Bunga meminta izin kepada ayahnya untuk pergi menonton perayaan Cap Go Meh di pusat keramaian Bengkayang.

AD tak mengizinkan karena takut anaknya bertemu dengan Maradona.

Namun, Bunga tetap nekat pergi dengan cara menumpang kendaraan temannya. Celakanya, dia tak membawa uang pula.

“Sore harinya usai menonton Cap Go Meh, korban tidak bisa pulang ke rumah, karena tidak mempunyai uang untuk bayar angkot. Kemudian menelepon Maradona dengan maksud meminta tolong untuk diantar pulang ke rumahnya,” jelas Kombo.

Maradona mengiyakan permintaan Bunga. Dia menyuruh temannya bernama Doyok untuk menjemput Bunga.

Nahas, Bunga bukan diantar pulang. Doyok membawanya ke rumah keluarga Maradona.

“Besoknya, tanpa izin AD, Maradona membawa Bunga ke Desa Indotani, Kabupaten Ketapang untuk dipekerjakan di kantin lokasi penggalian emas,” terang Kombo.

Sejak 12 Februari itu, Bunga tiada memberi kabar. Ayahnya pun cemas.

Pencarian terus dilakukan meski tiada hasil. Dia akhirnya patah semangat sehingga memilih melapor ke kepolisian.

“Saat ini tersangka masih kami tahan untuk terus kami lakukan pemeriksaan secara mendalam. Sambil koordinasi dengan jaksa untuk pelimpahan kasus,” tegas Kombo. (oxa)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kenalan di Warnet, Murid SD Diajak ke Jalanan Sepi


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler