Membahayakan, PD Harus Tegur Ruhut

Jumat, 14 Januari 2011 – 08:15 WIB

JAKARTA - Ucapan Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang mengatakan capres non Jawa jangan bermimpi, jelas merupakan salahsatu bentuk pelanggaran konstitusiBahkan pernyataan tersebut juga bisa memicu disintegrasi bangsa

BACA JUGA: Hasyim: Jangan Ubah Ansor Jadi Industri

Kontan saja, kalangan pemerhati politik dan hukum angkat suara, meminta agar politisi yang akrab disapa Poltak itu ditegur oleh partainya.  

Direktur Pusat Advokasi dan Riset Rakyat Indonesia (Parra) Rusli Halim, menilai ucapan Ruhut merupakan ancaman serius
Bahkan sudah masuk dalam tahap pembunuhan karakter putra daerah

BACA JUGA: Budiman Sudjatmiko Lengser Dari Repdem

Meskipun wacana presiden yang berasal dari Jawa atau luar Jawa adalah hal yang lumrah di setiap menyongsong pemilihan presiden.

Rusli juga mengatakan, Ruhut hendaknya melihat pasal 6 ayat 1 UUD 45, yang di dalamnya dengan tegas menyebutkan, setiap warga negara Indonesia berhak untuk jadi presiden
Bukan cuma Jawa seperti yang dikatakan Ruhut

BACA JUGA: Panja RUUK DIY Segera Undang Sultan HB

"Ini adalah semangat dasar konstitusi terhadap persamaan hak warga negara dalam mewujudkan integrasi bangsa Indonesia sebagai negara kesatuan," kata Rusli, di Jakarta, kemarin (13/1).

Karena itu, Rusli meminta agar Demokrat secara resmi menegur dan memberikan sanksi pada RuhutKalau tidak, berarti Demokrat ikut membenarkan apa yang dikatakan Ruhut"Secara tidak langsung, dengan adanya pernyataan diskriminatif itu tersebut, partai telah menghianati konstitusiJika Demokrat tidak menegur Ruhut, dapat ditarik kesimpulan Demokrat membenarkannya ucapannya Ruhut," tegas mantan Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini.

Rusli menambahkan, sebagai partai penguasa, mestinya Demokrat langsung menegur RuhutSebab, jika dibiarkan sangat tidak produktif terhadap demokrasi dan proses pembangunan ekonomi ekonomi nasionalKarena, menurutnya, ucapan Ruhut salah satunya ditujukan pada Ketua Umum PAN Hatta Rajasa“Sebab, saat ini Menko Perekonomian itu disebut-sebut kader PAN akan dimajukan pada 2014,” katanya.

Jika gara-gara itu, Ruhut menyerang Hatta dan nama-nama lain asal luar Jawa yang muncul untuk capres 2014, jelas mengganggu pertumbuhan ekomoniKalau hal ini yang terjadi, korbannya bukan satu dua orang"Tapi, semua rakyat Indonesia akan dirugikan," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul sempat mencibir Hatta Rajasa yang disebut-sebut sudah kepengin menjadi capres dari DemokratNamun, kata Ruhut, untuk menjadi capres harus orang Jawa"Capres 2014 harus orang JawaKarenanya, capres-capres yang bukan berasal dari Jawa jangan mimpi bisa jadi presiden RI," kata Ruhut, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (12/1).

Oleh karenanya, bila ada tokoh atau ketua umum partai dari luar Jawa agr bisa bersabar terlebih dulu dan tidak perlu memaksakan diri"Capres-capres dari luar Jawa sabar dulu, belum waktunya untuk maju, jangan nggege mongso (memaksakan kehendak) karena Belanda masih jauh," kata anggota DPR RI itu.

Dia menyakini, apa yang disampaikanya itu bukan SARA, tapi bagian dari penilaian realitas yang ada, selama ini tidak ada calon dari luar Jawa yang menjadi presiden"Ini bukan SARA tapi realitas politikKita sudah sudah dua kali lakukan pemilihan presiden langsung, tapi yang masuk tiga besar, calon-calon dari JawaJangankan dipilih langsung, di internal partai saja, calon dari luar Jawa selalu kalah," kata Ruhut.

Sebagai contoh, ujarnya, Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung yang sudah berjuang habis-habisan pasang badan untuk Golkar, bahkan pernah ditahan di Kejagung, dikalahkan Wiranto yang tokoh Jawa dalam konvensi capres Golkar.  "Ini bukti yang tidak bisa dihindariSaya bisa ngomong begini karena jadi saksi hidup karena pada konvensi capres Golkar ketika itu, saya masih di Golkar dan menjadi salah satu panitia konvensi," ujar dia(dms)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PPP Tak Takut Lagi Diancam Demokrat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler