Membedah Fokus Investasi Pelindo III pada 2019

Jumat, 15 Februari 2019 – 11:21 WIB
Terminal Teluk Lamong. Foto dok humas Pelindo III

jpnn.com, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III bakal menuntaskan pembangunan jalan layang (flyover) yang menghubungkan Terminal Teluk Lamong dengan jalan tol Surabaya–Gresik tahun ini.

Itulah bagian dari proyek senilai Rp 6,44 triliun yang dianggarkan untuk tujuh provinsi.

BACA JUGA: Pelindo III Siapkan Investasi Fasilitas Pelabuhan Rp6,44 Triliun

Sebanyak Rp 5,4 triliun atau 84 persen di antaranya dialokasikan untuk proyek-proyek multiyear.

’’Fokus investasi 2019 masih pembangunan infrastruktur pelabuhan dan pendukungnya. Misalnya, akses flyover di Terminal Teluk Lamong dan kemudian pembangunan Terminal Gili Mas di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat,’’ kata Direktur Utama Pelindo III Doso Agung, Rabu (13/2).

BACA JUGA: Penyebab Utama Investasi 2018 Melambat

Menurut dia, flyover menjadi infrastruktur penting dalam mendukung kegiatan operasional pelabuhan.

Nantinya jalan layang itu mengurai kemacetan di ruas-ruas jalan utama menuju Terminal Teluk Lamong yang saat ini banyak dikeluhkan.

BACA JUGA: Pemerintah Pangkas Izin demi Genjot Investasi

Selain flyover, proyek lain yang mendesak untuk segera dituntaskan adalah pembangunan Terminal Gili Mas.

Dulu, menurut Doso, kapal pesiar tidak bisa bersandar di Pelabuhan Lembar (pelabuhan existing) karena kendala kedalaman alur dan kolam pelabuhan.

Para wisatawan pun terpaksa melanjutkan perjalanan menuju dermaga dengan menggunakan kapal-kapal kecil.

’’Dengan adanya Terminal Gili Mas ini, nanti kapal pesiar bisa langsung sandar dan menurunkan wisatawan di pelabuhan,’’ tutur Doso.

Selain itu, Terminal Gili Mas akan menjadi pendukung kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika di NTB.

Karena itu, Pelindo III berharap pembangunannya segera rampung. Dengan begitu, pariwisata di NTB bisa lebih menggeliat. Demikian juga KEK Mandalika.

Sementara itu, Pelindo III juga menyiapkan sejumlah proyek baru tahun ini.

Di antaranya, pembangunan terminal LNG di Pelabuhan Tanjung Perak, pemasangan shore power connection di sejumlah pelabuhan, dan modernisasi peralatan bongkar muat di pelabuhan yang dikelola Pelindo III.

Sumber dana proyek-proyek itu berasal dari kas internal perusahaan dan pinjaman global atau global bond 2018. Nilai pinjamannya mencapai USD 500 juta.

’’Untuk tiap perencanaan dan pelaksanaan investasi, kami berpegang teguh pada aturan dan prinsip tata kelola perusahaan,’’ tegas Doso. (res/c14/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pelindo III Siapkan Sambungan Listrik Kapal di Pelabuhan Tanjung Emas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler