Penyebab Utama Investasi 2018 Melambat

Rabu, 13 Februari 2019 – 01:28 WIB
Ilustrasi uang rupiah. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, MAKASSAR - Investasi di Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang 2018 lalu mengalami perlambatan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel menunjukkan belanja modal yang masuk hanya Rp 3,4 triliun.

BACA JUGA: Pemerintah Pangkas Izin demi Genjot Investasi

Jumlah itu menurun dibandingkan belanja modal yang masuk pada 2017 yang sebesar Rp 5,4 triliun.

Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sulsel Didik Nursetyohadi mengatakan, perlambatan belanja  modal terjadi karena investasi besar telah berakhir.

BACA JUGA: Kadin Nilai Realisasi Investasi Rp 792 Triliun Sulit Tercapai

Di antaranya ialah pembangunan PLTB Sidrap dan Jeneponto pada 2017

"Investasi besar yang masuk itu hanya dari PLTB," ungkap Didik, Minggu (10/2).

BACA JUGA: Genjot Investasi, Pemerintah Masih Andalkan Insentif

Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin Syarkawi Rauf menyatakan, Pemprov Sulsel harus mulai mendorong masuk ke tahapan industrialisasi.

“Ini menjadi jalan untuk investasi yang masuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," tutur Syarkawi.

Menurut dia, industri pengolahan atau manufaktur akan membuat multiefek yang besar.

Dengan menjadikan komoditas menjadi olahan, nilai tambah dari produk akan lebih tinggi.

Di sisi lain, sambung Syarkawi, membangun industri manufaktur akan membuka akses lapangan kerja yang lebih luas.

"Tenaga kerja yang dibutuhkan juga pasti lebih banyak saat membangun industri manufaktur," tutur Syarkawi. (abd/dir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tahun Politik, Investasi Diprediksi Stagnan


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler