Memperingati Hari Ibu Lewat Lakon Sri Huning Mustika

Rabu, 19 Desember 2018 – 18:48 WIB
Pagelaran ketoprak dengan lakon Sri Huning Mustika Nusantara. Foto: Ist

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menggelar pagelaran ketoprak dengan lakon Sri Huning Mustika Nusantara di Gedung Auditorium TVRI, Jakarta Pusat. Pagelaran ini untuk memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember 2018.

Seni pentas drama tradisional asal Surakarta, Jawa Tengah ini disutradarai oleh Agus Marsudi yang merupakan suami Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

BACA JUGA: Gelar Ketoprak, Kemenkominfo Tanamkan Nilai-nilai Kebangsaan

Sementara, naskah ditulis oleh Axl Antora Abimanyu dan penata musik Handoko Himawan.

Drama dilakoni oleh ibu-ibu yang tergabung dalam Fabulous Fun Fearless Females (F4). Salah satunya, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kominfo Niken Widiastuti.

BACA JUGA: Megawati: Hari Ibu adalah Perayaan Gerakan Politik Perempuan

Niken mengharapkan, ibu-ibu di Indonesia bisa membangkitkan motivasi mengenai pentingnya memelihara nilai-nilai nasional, kebanggaan nasional dan etos membela negara. Pada era saat ini dengan hadirnya hoaks membuat nilai-nilai nasional tidak terjaga.

"Maka, menjaga nilai nasional itu menjadi penting dilakukan oleh ibu-ibu," kata Niken di di sela-sela acara, Selasa (18/12) malam.

BACA JUGA: Membangun Karakter Bangsa lewat Pertunjukan Rakyat

Sementara itu, koordinator acara Rini Nur Adiati mengatakan, ketoprak merupakan seni pertunjukan rakyat yang bisa digunakan sebagai media komunikasi. Ketoprak dinilai efektif sebagai alat menyampaikan informasi dari masyarakat kepada pemerintah.

Kemudian, dari pemerintah kepada masyarakat tanpa harus kehilangan fungsinya sebagai media hiburan.

Melalui pertunjukkan itu, kata dia, F4 ingin menyampaikan isu-isu kekinian yang menyangkut kaum perempuan Indonesia.

"Pendekatan budaya akan lebih mudah dipahami dan diterima masyarakat. Pementasan ini juga merupakan upaya ikut melestarikan seni pertunjukkan tradisional yang kini mulai ditinggalkan seiring kemajuan era digital," ungkapnya.

F4 merupakan komunitas yang beranggotakan kaum perempuan. Mereka umumnya bertugas di kementerian atau lembaga, BUMN atau BUMD, pegawai swasta, dosen, jurnalis, serta pegiat masyarakat sipil. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemenkominfo: Kemajuan Teknologi Digital Beri 2 Dampak


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler