Menag Tunjuk Langsung Maskapai Haji

Berdalih Patuhi UU, Mekanisme Lelang Diabaikan

Senin, 14 Juni 2010 – 07:58 WIB

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) berencana menempuh langkah sepihak dalam memutuskan maskapai penerbangan yang akan melayani transportasi haji tahun iniPenambahan maskapai penerbangan haji rencananya akan dilakukan lewat mekanisme penujukan langsung oleh Menteri Agama Suryadharma Ali

BACA JUGA: TKI Harus Bisa Jadi Wirausaha

Langkah itu diambil berdasar pada efisiensi dan pertimbangan internal Kemenag.

"Saya kita itu sudah sesuai dengan amanat UU Penyelenggaraan Haji dan Umrah bahwa Menag akan menunjuk langsung maskapai yang akan dipakai," ungkap Direktur Pelayanan Haji Kemenag, Zainal Abidin Supi di Jakarta kemarin (13/6)


Keputusan itu diambil berdasarkan Pasal 34 UU nomor 13 Tahun 2008 tentang penunjukkan pelaksana transportasi jamaah haji

BACA JUGA: Sosialisasi Kontrasepsi Kurangi Pengidap AIDS

Dalam pasal itu disebutkan menag dapat melakukan penunjukan langsung dengan memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan dan efisiensi
"Kami memiliki pertimbangan lain untuk mekanisme lelang," kata dia.

Disebutkan, tahun ini memang ada tambahan tiga maskapai penerbangan yang sedang ditelaah oleh Kemenag yakni Lion Air, Batavia Air, dan Alwafeer Air

BACA JUGA: Jenderal Polri Nganggur Capai 30 Persen

Ketiga maskapai itu diharapkan dapat melayani jamaah haji IndonesiaSebelumnya jamaah hanya menggunakan maskapai Garuda Indonesia Airline dan Saudi Arabia AirlinesSupi menyatakan, hingga kini belum ada keputusan memakai maskapai baru.  Kedua maskapai tersebut belum memenuhi semua persyaratan yang diinginkan kementerian"Alwafeer dan Batavia sudah mengajukan proposal, tapi belum lengkap," ujarnya.

Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Kadir Karding sempat menyangsikan apakah Batavia Air mampu atau tidak mengangkut jamaah IndonesiaRencananya hari ini pemerintah akan menetapkan biaya angkutan, tapi, belum memastikan maskapai baru yang akan ikutDalam mengambil keputusan penerbangan, Kemenag akan?meminta pertimbangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Para Wakil Rakyat.

Secara terpisah, besarnya jamaah haji dan umrah asal Indonesia menarik perhatian perusahaan penerbangan negara Arab SaudiSalah satu perusahaan penerbangan baru yakni Al Wafeer telah secara resmi membuka pelayanan rute penerbangan pertama dari Terminal II-D Bandara Soekarno Hatta menuju Jeddah, Arab SaudiMereka rencananya akan membuka dua kali penerbangan seminggu yakni pada hari Selasa dan Minggu, dengan kapasitas penumpang 450 orang.

"Saya yakin dengan eksisnya Al-Wafeer di Indonesia akan mendapat perhatian dari calon penumpang mengingat dalam penerbangan ini kami selalu mengedepankan pelayanan," kata Direktur Marketing Al Wafeer Air, Sholeh Albughary dalam keterangan pers tertulis.

Sholeh mengatakan, potensi pasar jamaah haji, umrah, dan TKI cukup besarDia mengakui untuk bisa mengoperasikan penerbangan dari Indonesia diperlukan waktuKarena itu, pihaknya akan terus melakukan pendekatan dengan pemerintah Indonesia yang dikenal sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia agar dapat mengangkut para jemaah haji pada musim tahun ini

Selama ini, jamaah haji Indonesia memang diangkut pesawat dua maskapai yakni Saudi Arabian Airlines dan Garuda Indonesia"Kami berpengalaman mengangkut haji dari Nigeria, Kanada, dan IndiaMudah-mudahan tahun ini juga bisa mengangkut jemaah haji dari Indonesia," pungkas dia(zul)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendagri Dukung Saldi Isra Pimpin KPK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler