Menag Yaqut: 241 Ribu Jemaah Haji Indonesia Akan Diberangkatkan Tahun Ini

Selasa, 09 Januari 2024 – 20:54 WIB
Menag Yaqut soal jemaah haji Indonesia. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengungkapkan jumlah jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan tahun ini sebanyak 241 ribu orang.

Jumlah itu terdiri dari 221 ribu kuota normal dan 20 ribu kuota tambahan yang telah disetujui Raja Arab Saudi. 

BACA JUGA: Haji Faisal Beri Tanggapan Soal Kabar Fuji dengan Gonzalo Algazali

"Jumlah kuota ini terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan ibadah haji Indonesia," tutur Menag Yaqut di Jeddah, Senin (8/1).

Dia menyampaikan pemerintah dan Kerajaan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan perhajian (Ta'limatul Hajj) untuk musim haji 1445 H /2024 M.

BACA JUGA: Kemenag Utus Tim ke Saudi, Kawal Penyiapan Layanan Jemaah Haji 2024

Penandatanganan kesepakatan itu dilakukan Menag Yaqut dan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al-Rabiah, di Jeddah.

"Kami menyepakati beberapa hal dengan pihak Arab Saudi. Salah satunya, jumlah jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan sebanyak 241 ribu orang," ungkap Menag Yaqut.

BACA JUGA: Jemaah Haji Kloter 25 Asal Kalbar Dijadwalkan Tiba di Pontianak Hari Ini

Pada 2019, Indonesia mendapatkan kuota 231 ribu jemaah. Jumlah ini berkurang menjadi hanya 100.051 jemaah pada 2022 disebabkan pandemi Covid-19. 

Kemudian pada penyelenggaraan haji 2023, Indonesia mendapat kuota 229 ribu.

Turut hadir dalam proses penandatanganan Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi, Dubes Indonesia untuk Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Yusron B. Ambary, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief, serta para pejabat Kementerian Agama.

Menurut Menag Yaqut, selain bertambahnya jumlah kuota ada beberapa peningkatan layanan perhajian yang disepakati dalam Ta'limatul Hajj. 

"Alhamdulillah beberapa permintaan kami untuk pelayanan haji yang lebih baik, telah disanggupi pemerintah Arab Saudi," terang Menag Yaqut.

Dia mencontohkan tentang penempatan jemaah di Mina, bisa ditentukan posisi tenda jemaah yang lebih dekat dengan jamarat, selama pelaksanaan kontrak dilakukan lebih cepat.

Masih terkait peningkatan layanan Kerajaan Arab Saudi juga memberikan kebebasan kepada pemerintah Republik Indonesia untuk memilih penyedia layanan (syarikah) saat puncak haji. 

"Tidak harus syarikah ini atau syarikah itu, Indonesia diberikan kebebasan memilih. Ini membuka peluang untuk memilihkan penyedia layanan yang terbaik bagi jemaah haji Indonesia," kata Gus Men.

Itu inovasi yang sangat luar biasa yang dilakukan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Dalam kesempatan sama, Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq Al-Rabiah menyatakan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia.

Dia mengungkapkan sangat berbahagia dan merasa tersanjung dapat menjadi pelayan jemaah haji dari seluruh dunia, terutama jemaah haji Indonesia. 

"Kami juga selalu terbuka untuk berdiskusi demi perbaikan-perbaikan layanan bagi para dhuyufurrahman," ujar Tawfiq.

Selain penandatanganan Ta'limatul Hajj, Menag juga dijadwalkan akan menghadiri Muktamar Perhajian serta melaksanakan rapat koordinasi terkait persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... BPKH Siapkan Distribusi Pemanfaatan Daging Dam Jemaah Haji untuk Umat


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler