Menaker Australia Puji Dialog Sosial di Indonesia

Rabu, 19 Juni 2019 – 20:50 WIB
Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Tenaga Kerja, Keterampilan, Bisnis Kecil dan Keluarga Australia Michaelia Cash di Jenewa, Swiss, Selasa (18/6). Foto: Humas Kemnaker

jpnn.com, JENEWA - Menteri Tenaga Kerja, Keterampilan, Bisnis Kecil dan Keluarga Australia Michaelia Cash memuji dialog sosial di Indonesia.

Hal itu diutarakan Michaelia ketika pertemuan bilateral dengan Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri.

BACA JUGA: Indonesia - Swiss Menjalin Kerja Sama Bidang Ketenagakerjaan

"Dialog sosial berguna dalan menghadapi tantangan ketenagakerjaan di era revolusi industri 4.0 yang berdampak pada berubahnya relasi hubungan industrial antara pekerja dan pemberi kerja. Saya lihat di Indonesia sudah sangat baik dan saya ingin belajar dalam dialog sosial itu," kata Michaelia, Jenewa, Swiss, Selasa (18/6) waktu setempat.

Dalam pertemuan bilateral itu, Menaker Hanif menjelaskan bahwa ia sering membuat pertemuan informal antara pemerintah, para pemimpin serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha di rumah dinasnya.

BACA JUGA: Menaker Mempromosikan Tiga Pilar Pembangunan SDM di Forum ILO

BACA JUGA: Panglima Mutasi dan Promosi Jabatan 34 Perwira Tinggi TNI, Nih Nama - Namanya

“Perbedaan pendapat boleh dan wajar, kepentingan bisa saling berhadapan, namun tidak berarti tidak bisa duduk bersama saling sapa, tukar pikiran, dan tertawa bahkan kami main musik bersama,” kata Hanif.

BACA JUGA: Menaker Pimpin Delegasi Indonesia Dalam Konferensi Perburuhan Internasional di Swiss

Pertemuan itu dilakukan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam rangka membangun relasi dengan para pekerja dan pengusaha.

“Dalam beberapa hal, posisi pemerintah, pekerja, atau pengusaha berbeda pandangan. Namun tidak berarti keduanya tak bisa duduk bersama, mencari solusi, dan melakukan kompromi. Inilah pentingnya dialog sosial,” kata Hanif.

Hanif menegaskan bahwa dialog sosial menjadi penting karena tidak semua persoalan ketenagakerjaan diselesaikan dengan pendekatan hukum formal yang saling berhadapan secara hitam-putih.

"Jika bisa persoalan bisa diselesaikan dengan dialog, tak perlu saling bersitegang," kata Hanif.

Hanif mengatakan perusahaan dan pekerja yang mengedepankan dialog sosial melalui pendekatan kultural, musyawarah mufakat, dan kekeluargaan maka akan menciptakan pola hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan perusahaan dan pekerja dapat terwujud.

"Dialog sosial merupakan kunci produktivitas dan kesejahteraan pekerja. Dengan dialog sosial yang baik, maka maka produktivitas perusahaan dan kesejahteraan pekerja bisa ditingkatkan levelnya dari waktu ke waktu,” kata Menaker Hanif.

Selain mempromosikan dialog sosial, dalam pertemuan itu Menaker Hanif juga mempromosikan destinasi wisata Raja Ampat. Pemerintah Indonesia saat ini membangun 10 "Bali" baru, salah satunya Raja Ampat.

"Jika Anda pernah ke Bali, Indonesia, Anda berikutnya harus mencoba ke Raja Ampat. Pemandangannya sangat indah dan akan buat Anda terkejut. Ayo ke Raja Ampat!," kata Hanif.

Sementara itu, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kemnaker Indah Anggoro Putri mengatakan Pemerintah Australia menawarkan kerja sama bidang pelatihan vokasi, pemagangan di industri, pengakuan standar kompetensi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan hubungan industrial melalui dialog sosial.

"Kami menyambut baik tawaran kerja sama pemerintah Australia ini. Ini akan ditindaklanjuti oleh working group antar negara,” kata Putri.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Skill jadi Syarat Wajib Menghadapi Dunia Ketenagakerjaan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler