Menanamkan Rasa Nasionalisme dengan Baik

Minggu, 15 Agustus 2010 – 10:48 WIB
FOTO : Gayo.com

SERANG - Hari kemerdekaan, memang memiliki makna mendalam bagi setiap orangSebagai bangsa yang baik, patutlah mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi sebagai penghargaan terhadap para pahlawan

BACA JUGA: Eks Hakim MK Dukung Awasi Para Hakim MK

Menurut Dosen Universitas Serang Raya (Unsera) Kamil Husain, rasa nasionalisme sangat perlu diterapkan oleh siapapun di berbagai kalangan
Terutama kepada anak, agar mereka lebih mengentalkan rasa cinta kebangsaan. 
   
“Sebagai bangsa yang menghargai negaranya, rasa nasionalisme itu harus diterapkan sejak usia kanak-kanak

BACA JUGA: Gubernur Minta DPRD Siantar Cepat Bergerak

Apalagi di usia remaja, yang biasanya tidak pernah tahu makna  dan bagaimana mewujudkan rasa nasionalisme itu dengan baik
Oleh karena itu, sangatlah perlu rasa nasionalisme itu ada dalam diri setiap orang sejak dini

BACA JUGA: Sulit Netral Jika KPU-Bawaslu Diisi Unsur Parpol

Karena dengan begitu, dewasa kelak sudah bisa mengerti lebih mendalam lagi apa arti sebenarnya nasionalisme dan bisa mewujudkanya secara benar tanpa harus dibimbing lagiSerta tidak ada keterpaksaan dari berbagai sudut pandang,” ujar pria kelahiran 1974 ini.
   
Kamil menambahkan, perwujudan rasa nasionalisme itu dengan cara mengisi kemerdekaan dengan berbagai perilaku yang tidak lepas dari peraturan UUD dan pancasila yang berlaku di negara tersebut dengan sebaik-baiknya.
   
“Selain itu, bentuk perwujudan dari rasa nasionalisme yang baik itu bisa dengan memakai bahasa Indonesia yang baik, menaati peraturan yang berlaku, menghargai budaya bangsa, dan termasuk taat pajakItu semua biasa saya lakukan sebagai wujud dari rasa nasionalisme saya terhadap negara ini,” tegas Kamil
   
Peran guru di sekolah pun cukup besar dalam memberi pemahaman kepada siswa terhadap nasionalisme iniWawan Karsawan, salah satu guru di MAN Kronjo, Kabupaten Tangerang, mengatakan, banyak para remaja yang melalaikan sejarah bangsa.
   
“Padahal, pemahaman sejarah itu sangat penting bagi remaja yang menjadi penerus bangsa nantiTapi anehnya, mereka malah banyak yang tidak antusias saat pelajaran ini diajarkan di kelasMereka lebih suka mengobrol satu sama lain atau mengantuk, dibandingkan menyimak materi seputar pergerakan kemerdekaan,” ujar lelaki yang juga guru sejarah ini.
   
Hal seperti, ujar Wawan, bukan saja merugikan para siswa dalam hal pencapaian nilai akademik, melainkan pula pemahaman yang rendah terhadap pembentukan negara Indonesia bahkan duniaPadahal, menurut Wawan, proklamator Indonesia Bung Karno berpesan jangan sekali-kali melupakan sejarah atau terkenal dengan slogan Jas Merah.
   
Mengenai pembelajaran sejarah di sekolah, dikomentari Muslihatul FadilahSiswi SMK Informatika Serang ini mengatakan, meskipun ia tidak banyak belajar sejarah di SMK, namun pelajaran sejarah masih dianggap sebagai sesuatu yang tidak dianggap prioritas.
   
“Umumnya, pelajaran sejarah itu membosankanGuru hanya bercerita layaknya mendongeng, dan ini kadang membuat kita mengantukSelama di bangku Mts, banyak yang tidak antusias menyimak pelajaran iniSelain harus menghafal banyak nama dan tanggal, materinya kadang tidak menarik,” Papar Fadilah.
   
Fadilah mengakui, pelajaran sejarah memang sangat penting dipahami untuk remaja seusianyaMenurutnya, perlu ada formula khusus untuk menjadikan pelajaran menyenangkan, hal tersebut tergantung pada guru yang bersangkutanJika cara penyampaian pelajaran sekolah di sekolah masih dengan cara yang membosankan, tidak mustahil membuat generasi muda bangsa Indonesia tidak akan menjadikan pelajaran yang sangat penting tersebut sebagai pelajaran prioritas.
   
“Padahal di rumah, kita tidak mendapat pemahaman seputar sejarahKalau di sekolah cara pembelajaran sejarah masih asal-asalan, tidak mustahil banyak anak muda yang buta sejarah apalagi sejarah Indonesia,” pungkas Fadilah(intan-xpresi/zee)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Senin, Kapolri Sudah Ngantor Lagi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler