Mendag Zulkifli Hasan: Perkuat Hubungan Dagang Indonesia-Mesir yang Saling Menguntungkan

Senin, 15 Mei 2023 – 12:26 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan sambutan saat menghadiri forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Mesir di Kairo pada Minggu (14/5). Foto: Dokumentasi Biro Humas Kemendag

jpnn.com, KAIRO - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan Indonesia dan Mesir akan terus memperkuat hubungan dagang yang saling menguntungkan.

Selama tujuh dekade, Mesir telah menjadi salah satu mitra penting dalam hubungan dagang Indonesia di kancah global.

BACA JUGA: Bertolak ke Mesir, Mendag Zulkifli Hasan Berkomitmen Garap Pasar Non-Tradisional

Mesir juga merupakan negara pertama di Jazirah Arab yang mengakui kedaulatan Indonesia.

Hal ini disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat menghadiri forum bisnis yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dan Mesir di Kairo pada Minggu (14/5).

BACA JUGA: Bertemu Mendag Malaysia, Zulkifli Hasan: Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan

“Forum bisnis ini diselenggarakan untuk mempertemukan dan memberi kesempatan bagi para pelaku bisnis dari Indonesia dan Mesir agar dapat membangun atau pun memperkuat hubungan dagang yang saling menguntungkan," kata kata Mendag Zulkifli Hasan dalam pertemuan tersebut.

Dia berharap hubungan diplomatik maupun hubungan ekonomi yang telah terjalin dapat semakin meningkat, terutama di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata.

"Pasar Mesir menyediakan prospek besar bagi pelaku usaha Indonesia. Mesir merupakan hub perdagangan menuju negara-negara di sekitarnya,” terang Mendag Zulkifli Hasan.

Di samping itu, lanjut keberadaan jalur perdagangan Terusan Suez juga berperan menjadikan Mesir sebagai gerbang menuju negara-negara lain di kawasan Teluk, Afrika, dan Timur Tengah.

Penduduk Mesir yang berjumlah lebih dari 110 juta jiwa juga merupakan peluang pasar prospektif bagi Indonesia.

Selain itu, pertumbuhan populasi Mesir yang tumbuh 2,5?3,5 persen per tahun telah meningkatkan permintaan pasar Mesir terhadap komoditas pangan.

Mendag Zulkifli Hasan menuturkan peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Mesir perlu didukung infrastruktur dan fasilitas lain untuk mengakomodasi peningkatan aktivitas perdagangan kedua negara.

Untuk itu, Pemerintah Indonesia mendukung pembentukan Joint Trade Committee yang di masa depan diharapkan dapat menjadi sarana untuk membahas peningkatan hubungan perdagangan ke arah perjanjian perdagangan yang lebih komprehensif, seperti Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA).

Mendag Zulkifli Hasan juga berharap hasil dari perundingan dan kerja sama lainnya yang terjalin antara Indonesia dan Mesir dapat dimanfaatkan pelaku bisnis dari kedua negara, terutama para eksportir Indonesia yang hadir pada forum bisnis kali ini.

"Produk yang kami tawarkan pada kesempatan ini, antara lain sawit dan turunannya, kopi, kakao, makanan olahan, dan logistik,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Mendag Zulkifli Hasan juga melakukan penandatanganan perjanjian imbal dagang antara Indonesia dan Mesir untuk produk kopi dari Indonesia dengan anggur dan delima dari Mesir, serta penandatanganan MoU antar-business councildan pelaku usaha dari kedua negara.

Utuk skema perjanjian imbal dagang, perjanjian kerja sama ini merupakan salah satu strategi yang cukup efektif di tengah situasi ekonomi global yang kurang baik saat ini.

“Melalui mekanisme imbal dagang, kedua negara tetap dapat melakukan transaksi dagang yang saling menguntungkan, sekaligus mempertahankan cadangan devisa masing-masing negara yang mungkin terimbas resesi ekonomi global,” ungkap mantan Ketua MPR RI itu.

Mendag Zulkifli Hasan juga menyampaikan kondisi perekonomian Indonesia.

Tahun 2023, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap kuat di kisaran 4,5 persen hingga 5,3 persen, serta akan meningkat menjadi 4,7 persen hingga 5,5 persen pada 2024.

Pada 2022, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,31 persen.

Capaian ini lebih tinggi bila dibandingkan dengan pertumbuhan tahun 2021 yang hanya berada di level 3,7 persen.

Perbaikan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19 juga terlihat melalui perolehan produk domestik bruto (PDB) per kapita nasional Indonesia tahun 2021 sebesar USD 4.783,9.

Indonesia, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, juga mencanangkan Indonesia Emas 2045.

Artinya, saat memasuki 100 tahun kemerdekaan, Indonesia menargetkan bisa menjadi satu dari lima besar negara dengan perekonomian terkuat di dunia.

“Kami optimistisvisi Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan melalui dua hal. Pertama, menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan di dalam negeri. Kedua, mendorong peningkatan ekspor dan neraca perdagangan Indonesia, khususnya ke negara-negara nontradisional di Asia, Afrika, dan Timur Tengah,” paparnya.

Faktor pendukung lain yang menyokong perekomian Indonesia sekaligus daya tarik bagi negara lain untuk bermitra dengan Indonesia adalah populasi Indonesia yang sangat besar, yaitu lebih dari 279 juta jiwa dan menjadi terbanyak ke-4 di dunia.

Demografi ini merupakan pasar yang besar dan menjanjikan bagi para negara mitra dagang termasuk Mesir.

Mendag Zulkifli Hasan juga mengundang perwakilan pemerintah dan dunia usaha Mesir untuk hadir pada pameran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 dengan tema 'Sustainable Trade for Global Economic Resillience'.

Melalui TEI, Mesir dapat mengenal produk-produk berkualitas lainnya dari Indonesia.

Pameran tersebut akan diselenggarakan secara luring pada 18–22 Oktober 2023 di Tangerang, Banten, Indonesia.

Selain itu, TEI 2023 akan digelar secara daring selama 18 Oktober–18 Desember 2023.

Terakhir, Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan acara forum bisnis dan rangkaian kegiatanlainnya pada misi dagang ini.

“Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kegiatan ini akan berjalan dengan sukses dan mencetak transaksi setinggi-tingginya demi kemajuan ekonomi Indonesia dan Mesir, ”pungkas Mendag Zulkifli Hasan.

Duta Besar RI untuk MesirLutfi Rauf menambahkan hubungan sejarah yang erat ini seharusnya menjadi kunci pengembangan kerjasama kedua negara.

“Indonesia siap memenuhi kebutuhan pasar Mesir dan KBRI Mesir siap mendukung misi peningkatan kerja sama Indonesia–Mesir, termasuk di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata,” ujar Dubes Lutfi Rauf.

Hadir dalam acara tersebut , yakni Head of Egyptian Commercial ServiceYahya Al Wathiq Billah, Sekretaris Jenderal Egypt–Indonesia Business Council Ahmad Bahgat, perwakilan KadinIndonesia, perwakilan dari Indonesia Egypt Business Council, perwakilan dari asosiasi dari Indonesia dan Mesir, serta para pelaku usaha kedua negara.

Sekilas Perdagangan Indonesia–Mesir

Pada Januari–Maret 2023, perdagangan kedua negara telah mencapai USD 432,90 juta.

Pada periode tersebut, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 379,40 juta dan impor senilai USD 53,50 juta.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD 325,80 juta.

Sementara itu, total perdagangan tahun 2022 sebesar USD 1,57 miliar.

Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia ke Mesir sebesar USD 1,34 miliar dan impor Indonesia dari Mesir sebesar USD 0,23 miliar.

Angka tersebut menunjukkan neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar USD 1,11 miliar.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2018–2022), perdagangan kedua negara menunjukkan tren positif 11,21 persen.

Produk ekspor utama Indonesia ke Mesir, di antaranya minyak kelapa sawit, kopi, kelapa, benang, dan bagian yang digunakan untuk apparatus.

Komoditas impor utama Indonesia dari Mesir adalah pupuk mineral fosfat, kurma, buah ara, pinus, alpukat, jambu biji, pupuk mineral, tetes hasil dari ekstraksi atau pemurnian gula, dan kalsium fosfat alami. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler