Mendikbud Nadiem Minta Ambruknya Atap SDN di Pasuruan Diinvestigasi

Jumat, 08 November 2019 – 14:49 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim saat melakukan peninjauan SDN Gentong I Kota Pasuruan yang rubuh. Foto: humas Kemendikbud

jpnn.com, PASURUAN - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengutus Inspektorat Jendral untuk melakukan investigasi atas ambruknya Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gentong I Kota Pasuruan, Jawa Timur. Nadiem juga mengajak semua pihak melakukan pencegahan.

"Semua harus bergotong-royong memastikan hal ini tidak terjadi lagi. Karena keamanan murid, guru, dan orang tua itu harus nomor satu. Agar kita bisa belajar dengan aman dan dengan senang," kata Mendikbud Nadiem, Kamis (8/11).

BACA JUGA: Penumpang Air Asia Diamankan Lantaran Bawa Pasta Gigi Berisi Sabu-sabu

Bagi Nadiem, keamanan dan kenyamanan murid dan guru dalam pembelajaran adalah hal utama. Dia meminta agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dengan azas gotong royong, bekerja sama menghadirkan sekolah aman dan nyaman.

"Dengan azas gotong royong, dengan pemerintah setempat, dengan pemerintah provinsi, dan dengan semua instansi di Kemendikbud, untuk memastikan bagaimana kita menghindari ini ke depannya. Agar murid dan guru dapat merasa aman belajar di sekolah," tegas Menteri Nadiem.

BACA JUGA: Mas Nadiem Makarim Minta Anggota Komisi X DPR Bersabar

Nadiem yang melakukan peninjauan ke lokasi ikut mendengarkan kesaksian kepala sekolah dan beberapa guru yang mengalami langsung rubuhnya atap ruang kelas.

Sebagian besar guru menyatakan kekagetannya. Menurut mereka, musibah ambruknya atap kelas terjadi begitu cepat dan tidak terduga. Mereka juga tidak menemukan keanehan pada bangunan.

BACA JUGA: Penilaian Pengamat Terhadap Sosok Nadiem, Wishnutama, dan Erick Thohir

Kepala Sekolah SD Negeri Gentong I, Endang Ganeva, melaporkan saat ini terdapat enam siswa sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sudarsono. Kondisi para korban luka sudah membaik, tetapi masih menyisakan trauma. Begitu juga dengan para guru dan tenaga kependidikan sekolah.

Kepsek Endang mengungkapkan saat ini sesuai arahan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, para siswa diminta untuk belajar di rumah. Dikatakannya, banyak siswa yang mengungkapkan keinginan untuk segera kembali bersekolah.

"Anak-anak kami itu ya sedikit trauma, tetapi ingin kembali sekolah. Jadi, anak-anak kami itu merindukan kapan diajar lagi sama teman-teman guru," tuturnya. (esy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler