Mengecewakan, Solo: A Star Wars Story Cuma Raup Rp 1,2 T

Selasa, 29 Mei 2018 – 11:12 WIB
Solo A Star Wars Story. Foto: Lucasfilm

jpnn.com - Solo: A Star Wars Story memang memuncaki box office Amerika Utara akhir pekan ini. Selama pekan pertama pemutaran, proyek terbaru Lucasfilm itu hanya meraih USD 83,3 juta (Rp 1,2 triliun). Selama liburan Memorial Day (hingga kemarin), Solo diperkirakan meraup total pendapatan USD 101 juta atau Rp 1,4 triliun.

Namun, angka itu rendah jika dibandingkan dengan capaian film-film Star Wars sebelumnya. Disney juga sebenarnya menargetkan angka minimal USD 130 juta atau setara Rp 1,8 triliun. Di luar negeri, performa film yang dibintangi Alden Ehrenreich itu juga tak terlalu keren. Kenapa begitu? Berikut perkiraan kami. (adn/c11/na)

BACA JUGA: Mencuri Perhatian di Solo, Ini 5 Fakta Menarik Donald Glover

 

Review Standar

BACA JUGA: 5 Hal Wajib Tahu sebelum Nonton Solo: A Star Wars Story

Kali pertama para kritikus menonton film itu saat world premiere di Los Angeles pada 10 Mei, reaksi mereka beragam. Rata-rata berpendapat film itu fresh. Segar. Tapi, tidak ada yang memuji hingga meledak-ledak. Itu tentu jadi pertanyaan. Sebab, umumnya, setiap lansiran terbaru Lucasfilm disambut dengan semangat oleh mereka.

Reaksi tersebut berlanjut di rating resmi. Rotten Tomatoes memberikan skor 70 persen. Sedangkan IMDb 7,2. Angka itu jauh di bawah sesama film spin-off Rogue One: A Star Wars Story yang diberi skor 85 persen oleh Rotten Tomatoes. Chris Nashawaty, kritikus Entertainment Weekly, menyebut Solo bagus, tapi tidak hebat. Secara visual, Solo tak sekeren Star Wars: The Last Jedi.

BACA JUGA: Solo: A Star Wars Story Mulai Tayang Hari Ini

Ani Bundel, kritikus NBC News, dengan lebih tegas mengatakan bahwa Solo adalah pertunjukan yang bagus, tapi film yang buruk. ”Di atas kertas, Solo sangat mengerikan. Skenarionya benar-benar sangat menggelikan,” tulisnya.

 

Fans Lelah

Sejak Disney membeli franchise Star Wars, tiap tahun kita disuguhi film opera luar angkasa tersebut. Setelah Star Wars: The Force Awakens (2015), kita menikmati Rogue One (2016) dan The Last Jedi (2017). Semua tayang pada Desember. Nah, Solo tidak mengikuti para pendahulunya. Ia tayang Mei, hanya lima bulan setelah The Last Jedi. Ada faktor kebosanan dari fans. Kepala Distribusi Disney Dave Hollis berjanji mengevaluasi segalanya. ”Kami akan menghabiskan banyak waktu untuk menggali mengapa hal-hal seperti itu terjadi. Kami punya 1,5 tahun sebelum Star Wars: Episode IX keluar,” ucap Hollis.

 

Dibayangi Raja MCU

Tayang Mei juga membuat Solo harus berduel dengan banyak film besar lain. Kompetisinya lebih ketat. Terbukti, pekan ini Solo masih juga harus berhadapan dengan wajah-wajah lama di box office. Yakni, Deadpool 2 dan Avengers: Infinity War. Memasuki pekan kedua, Deadpool 2 meraup USD 42,7 juta (Rp 597,8 miliar) dari pasar domestik. Sedangkan Infinity War yang sudah masuk pekan keempat masih mendapatkan USD 16,5 juta (Rp 230,9 miliar). Akhir pekan Memorial Day juga menjadi salah satu faktor. Banyak moviegoer yang memilih berlibur daripada nonton bioskop.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Geser Infinity War, Deadpool 2 di Bawah Ekspektasi


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler