Mengenal Operasi Jantung Ulang, Begini Penjelasan Dokter Ahli

Selasa, 16 November 2021 – 23:05 WIB
Ilustrasi operasi jantung oleh dokter ahli. Foto: dok HCC.

jpnn.com - Seorang pasien perempuan berusia 41 tahun datang ke Heartology Cardiovascular Center dengan keluhan yang diduga akibat kebocoran klep jantung.

Penemuan tersebut saat pasien itu melakukan medical check up secara tidak sengaja.

BACA JUGA: Ramah untuk Jantung, Ini 6 Manfaat Mengejutkan Buah Durian

Pasien pun disarankan CT-Scan untuk mengetahui penyebabnya. Hasil CT-Scan memperlihatkan pangkal aorta membengkak dan sudah ada robekan (diseksi) 2,3 cm.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh tim dokter jantung yang melibatkan subspesialis jantung di bidang ekokardiografi, vaskular serta bedah jantung, disimpulkan bahwa pasien menderita kerusakan katup aorta dan memerlukan penggantian aorta ascendens dan hemiarch.

BACA JUGA: 8 Penyebab Serangan Jantung, Pria Memiliki Risiko Lebih Tinggi Lho

Kondisi ini disebabkan oleh operasi katup yang dilakukan pasien bertahun-tahun yang lalu. Pasien diputuskan untuk dilakukan operasi perbaikan (rekonstruksi).

Dalam pertemuan media secara daring yang diadakan Heartology Cardiovascular Center, Dokter Dicky Aligheri Wartono, Spesialis Bedah Jantung, Thoraks dan Vaskular mengatakan operasi jantung ulang sangat umum dilakukan.

BACA JUGA: Mayoritas Operasi Pemasangan Ring Jantung Berhasil, Pasien Lebih Sehat

"Terutama pada pasien yang berumur panjang, karena keberhasilan operasi jantung terdahulu atau karena diperlukan untuk memperbaiki kondisi jantung atau penggantian katup yang mengalami kerusakan," ujar Dokter Dicky.

Operasi jantung ulang yang umum adalah perbaikan katup jantung, operasi bypass, perbaikan aneurisma, atau terjadinya peradangan pada katup jantung.

Operasi bisa dilakukan melalui tiga metode. Pertama adalah operasi terbuka dengan sayatan panjang di dada untuk membuka tulang dada.

Kedua, metode invasif minimal melalui tiga atau empat lubang kecil di dada. Ketiga, metode perkutaneus, yaitu penggunaan kateter.

Pemilihan metode bergantung pada kondisi pasien, faktor risiko dan tingkat keparahan. dr. Dicky menjelaskan bahwa Heartology telah melakukan beberapa operasi rekonstruksi antara lain Rekonstruksi Perbaikan Aneurisma dan Operasi Jantung Ulang.

Aneurisma adalah penyakit yang progresif, artinya pasien akan mengalami perburukan dari waktu ke waktu.

‘’Pasien dengan aneurisma mempunyai risiko mengalami perburukan jantung. Operasi rekonstruksi yang dilakukan mencakup perbaikan aneurisma dan area sekitarnya yang terdampak,’’ ungkap dr. Dicky.

Sementara untuk operasi ulang, sedapat mungkin dihindari karena tingkat kesulitan yang tinggi dan resiko komplikasi pascaoperasi tetaoi terkadang sulit dihindarkan karena berisiko mengancam nyawa. Pada kondisi tersebut, Heartology telah cukup berpengalaman menangani operasi.

Operasi ulang yang pernah dilakukan yaitu rekonstruksi perbaikan katup jantung, operasi bypass ulang dan rekonstruksi perbaikan aneurisma serta diseksi aorta.

Operasi jantung ulang atau rekonstruksi merupakan jenis operasi berisiko tinggi, sehingga diperlukan perpaduan keahlian tim dokter multidisplin pada tahap sebelum, saat hingga
pascaoperasi dan dilakukan di rumah sakit yang memiliki peralatan lengkap.

Tim dokter jantung sendiri harus terdiri dari berbagai sub spesialisasi jantung untuk memastikan hasil klinis yang terbaik untuk pasien.

“Walaupun risikonya tinggi, operasi ini bermanfaat bagi pasien karena bisa memperpanjang usia harapan hidup, lebih energik, tidak mudah lelah dan nyeri dada minimum,’’ tutur dr. Dicky. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler