Mengenal Pala Tomandin Papua Lewat Produk Aromaterapi

Jumat, 03 Desember 2021 – 22:48 WIB
Reed Diffuser dan Scented Candle ini diproduksi dari minyak atsiri buah pala yang berasal dari petani tradisional di Fakfak, Papua Barat. Foto: Screenshot

jpnn.com, JAKARTA - Yayasan Inobu dan komunitas pengusaha perempuan Shestarts.id berkolaborasi meluncurkan produk aromaterapi berbahan dasar minyak pala dari petani di Fakfak, Papua Barat.

Kolaborasi tersebut memperkenalkan pala asli dari Papua dalam bentuk produk aromatherapy reed diffuser dan scented candle yang dinamai dengan Hanggi, yang juga merupakan sebutan lokal untuk Pala Tomandin.

BACA JUGA: Apakah Minyak Aromaterapi Aman? Belum Tentu Juga

Reed Diffuser dan Scented Candle diproduksi dari minyak atsiri buah pala yang dipadukan dengan beberapa aroma lain, di antaranya patchouli, musk, dan frankincense.

Kombinasi beberapa bahan di dalamnya menciptakan suasana segar seperti hutan pala dan memberikan sensasi menenangkan serta membantu mengurangi stress dan anxiety.

BACA JUGA: Kejadian di Bontang Harus Menjadi Perhatian Bagi Seluruh Orang Tua, Penting!

Sedangkan aroma manis dan hangat dari aromaterapi melambangkan makna pala bagi masyarakat Fakfak sebagai sumber hidup yang sejahtera.

Kedua produk dari Papua tersebut dinamakan Papuan Nutmeg.

BACA JUGA: Detik-Detik YU Tikam Pasangan Suami Istri, Tentara dan Polisi Turun ke TKP

Manajer Agribisnis Yayasan Inobu Ofra Shinta Fitri berharap peluncuran produk itu bisa memperkenalkan Pala Tomandin kepada publik sekaligus menarik minat masyarakat terhadap produk olahan pala yang merupakan identitas masyarakat asli Fakfak.

"Produk olahan pala menjadi lilin aromaterapi ini adalah lambang kerja keras serta keramahan dan senyuman setiap petani pala bimbingan kami," ungkap Ofra, Jumat (3/12).

“Kami berharap akan lebih banyak lagi stakeholder yang terlibat, sehingga proses akselerasi pembangunan sistem pertanian pala bisa segera menjalar ke daerah lain di Papua," tambahnya.

Pala merupakan bagian dari identitas milik masyarakat Fakfak.

Masyarakat adat Mbaham Matta, misalnya bergantung pada pala sebagai sumber penghidupan sehingga mereka juga ikut mengelola dan menjaga hutan. (mcr28/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Wilayah Ibu Kota Negara Baru Sering Dilanda Bencana, Ini Ancaman Serius, Pak Jokowi Harus Tahu


Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Wenti Ayu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler