Mengenang 15 Tahun 9/11...

Senin, 12 September 2016 – 10:24 WIB
Pengunjung observatorium One World Trade Center, New York, menyaksikan matahari terbenam, Minggu (11/9) kemarin. Foto: AFP

jpnn.com - NEW YORK - Seluruh lonceng gereja di Big Apple, julukan New York, berdentang tepat pada enam momen hening cipta peringatan tragedi 11 September alias 9/11. 

Ya, Minggu (11/9) kemarin, tepat 15 tahun sudah menara kembar World Trade Center (WTC), simbol keunggulan kapitalisme global, runtuh. Amerika Serikat (AS) memperingati teror 102 menit yang mengubah pandangan dan tatanan keamanan dunia. 

BACA JUGA: Hillary Clinton Menyesal dan Minta Maaf

Peringatan kali ini fokus pada para korban. "Tidak akan ada pidato resmi dalam peringatan tersebut sesuai kesepakatan yang sudah tercapai pada 2012,” ujar salah seorang pejabat kota.

Sesuai tradisi, pada hari peringatan 11 September, Museum 9/11 Memorial tidak dibuka untuk umum, hanya bagi keluarga dan kerabat korban.

BACA JUGA: Lagi, Abu Sayyaf Beraksi, Culik Tiga Awak Kapal

Pada pukul 08.46 waktu setempat, seluruh lonceng gereja berdentang untuk kali pertama. Itu sesuai serangan pertama pada 15 tahun lalu saat American Airlines bernomor penerbangan 11 menabrak North Tower WTC. Selanjutnya, lonceng kembali berdentang pada pukul 09.03 waktu setempat. Hening cipta kedua itu mengenang serangan United Airlines bernomor penerbangan 175 ke South Tower WTC.

Selanjutnya, hening cipta ketiga berlangsung pada pukul 09.37 waktu setempat. Pada momen itulah American Airlines bernomor penerbangan 77 menabrak Pentagon. Hening cipta berlanjut pada pukul 09.59 waktu setempat untuk mengenang ambruknya South Tower WTC yang menjadi target serangan kedua. Sekitar empat menit kemudian, hening cipta kelima berlangsung untuk mengenang serangan di Pennsylvania.     

BACA JUGA: Mulai Senin, Perang Syria Berheti Untuk Sementara

Serangan keempat yang mendarat di lahan kosong di Kota Shanksville, Somerset County, tersebut dilancarkan oleh militan Al Qaeda dengan pesawat bajakan. Yakni, pesawat komersial milik maskapai United bernomor penerbangan 93. Konon, serangan itu salah sasaran. Kemarin momen hening cipta terakhir berlangsung pada pukul 10.28 waktu setempat untuk mengenang ambruknya North Tower WTC.    

Di sela enam momen hening cipta tersebut, keluarga atau kerabat korban membacakan nama-nama korban tewas yang seluruhnya berjumlah 2.983 orang. ”Pembacaan nama korban akan diiringi alunan musik,” kata sumber Agence France-Presse sebelum upacara peringatan berlangsung kemarin. Begitu petang tiba, dua lampu sorot raksasa akan menyala di bekas bangunan menara kembar WTC dan baru akan mati pada dini hari. 

Sebanyak 340 personel pemadam kebakaran dan 60 polisi meregang nyawa dalam tragedi 9/11 pada Selasa pagi itu. AS menyebut teror Al Qaeda tersebut sebagai serangan terburuk di Negeri Paman Sam setelah bom Pearl Harbor pada 1941. 

Dalam pidato mingguannya di radio, Presiden Barack Obama menyatakan bahwa 11 September 2001 adalah salah satu hari paling kelam dalam sejarah AS. "Kita semua masih tetap Amerika yang sama dengan yang dimiliki pahlawan-pahlawan (9/11) yang rela mempertaruhkan nyawa mereka, masih tetap Amerika yang dimiliki oleh orang-orang biasa yang bangkit melawan para pelaku teror, masih tetap Amerika yang dimiliki oleh keluarga-keluarga yang melupakan kepedihan mereka demi menyambut harapan baru,” ungkap pemimpin keturunan Kenya tersebut. 

Sebanyak 19 pelaku serangan yang membajak empat pesawat milik maskapai AS itu tewas dalam aksi mereka. Belakangan, Osama bin Laden mengklaim serangan tersebut sebagai perbuatan Al Qaeda. Militan kelahiran Arab Saudi yang lantas tewas dalam penyerbuan pasukan elite AS di Pakistan itu menyebut 9/11 sebagai balasan atas Perang Irak dan Perang Afghanistan yang digagas Washington.

”Kita masih tetap Amerika yang saling peduli satu sama lain. Kita masih berpijak pada keyakinan yang sama bahwa saya adalah penjaga saudara laki-laki saya dan saya juga pelindung saudara perempuan saya,” tandas Obama di akhir pidatonya. Kemarin dua calon presiden (capres) dari Partai Republik dan Partai Demokrat, Donald Trump dan Hillary Clinton, memastikan kehadiran mereka dalam peringatan di New York tersebut. (afp/reuters/hep/c20/sof/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasihan.. Satu Jemaah Haji Indonesia Diamputasi di Arab Saudi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler