Mulai Senin, Perang Syria Berheti Untuk Sementara

Minggu, 11 September 2016 – 11:46 WIB
Beberapa pria berdiri di gedung yang hancur akibat serangan tentara pemerintah Syria di jalanan Aleppo, Jumat (9/9). Foto: al jazeera

jpnn.com - MULAI besok, Senin (12/9), gencatan senjata sepenuhnya bakal terjadi di seluruh wilayah Syria. Ini terjadi setelah perdebatan alot, Rusia dan Amerika Serikat (AS) menemui kata sepakat untuk merencanakan perdamaian.

Begitu gencatan senjata tersebut berlangsung, pasukan Syria harus mengakhiri misi serangan di wilayah-wilayah yang dikuasai para pemberontak. "Namun setelah tujuh hari setelah dimulainya gencatan senjata, Rusia dan AS akan mendirikan pusat implementasi bersama untuk memerangi ISIS dan kelompok-kelompok lainnya,’’ ujar pihak Jabhat Fateh al-Sham. 

BACA JUGA: Kasihan.. Satu Jemaah Haji Indonesia Diamputasi di Arab Saudi

Kelompok tersebut dulu bernama Front Al Nusra, tapi telah mengganti nama Juni lalu dan menyatakan tak lagi terlibat dengan Al Qaeda.

Meski kesepakatan sudah ditandatangani hitam di atas putih, aplikasinya bakal sedikit sulit. Sebab, kedua pihak, yaitu pasukan Syria dan para pemberontak, harus menahan diri untuk tidak menyerang dalam bentuk apa pun. Satu serangan bisa memicu serangan lainnya yang akhirnya mengacaukan gencatan senjata.

BACA JUGA: Krisis, Warga Tukarkan Senjata dengan Mesin Cuci

"Agar rencana ini berjalan baik, Assad (Presiden Syria Bashar al-Assad) dan oposisi harus memenuhi kewajiban mereka (untuk tidak saling serang),’’ kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Jenewa. 

Menurut dia, kesepakatan antara Rusia dan AS tersebut jauh lebih matang dan terperinci jika dibandingkan dengan rencana dan kesepakatan sebelumnya.

BACA JUGA: Rodrigo Duterte: Bisa jadi Bajingan, Bukan Anak Pelacur

Berita tentang kesepakatan di atas disambut baik oleh banyak pihak. Termasuk para pemberontak. ’’Kami harap ini akan menjadi awal dari berakhirnya siksaan bagi warga sipil. Kami menyambut kesepakatan tersebut jika memang akan diaplikasikan,’’ ujar Bassma Kodmani, juru bicara koalisi oposisi Syria High Negotiations Committee.

Hal serupa diungkapkan pemerintah Turki yang kini menyerang Syria lewat jalur darat. Ankara menegaskan, sejak hari pertama gencatan senjata, bantuan kemanusiaan bisa digelontorkan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Salah satunya Aleppo yang sudah dikepung selama beberapa bulan. Kesepakatan gencatan senjata selama 48 jam per minggu di Aleppo tidak pernah terealisasi.

Hingga berita ini diturunkan, baku tembak masih sangat intensif di Aleppo. Pejabat khusus PBB di Syria Staffan de Mistura mengungkapkan bahwa stok makanan dan air bersih di Aleppo sudah sangat tipis. Bahan bakar diperkirakan habis dalam hitungan hari. (afp/reuters/bbc/sha/c19/any/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Astaga, Bu Patricia Menikahi Putri Sendiri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler