jpnn.com, JAKARTA - Kalangan perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) ikut mengeluarkan imbauan terkait adanya isu people power pada 22 Mei 2019.
Ketua Forum PTKIN Babun Suharto menyampaikan supaya kampus-kampus negeri di bawah Kementerian Agama (Kemenag) untuk tetap menjaga situasi di kampus masing-masing.
BACA JUGA: TNI Kerahkan 12 Ribu Prajurit, 20 Ribu Personel Cadangan Siap Digerakkan
"Mengingat situasi dan kondisi menjelang 22 Mei yang semakin panas, pimpinan kampus diimbau menjaga kondisi supaya tetap sejuk," kata rektor IAIN Jember itu.
Dia mengatakan kampus harus sejuk sehingga tetap nyaman untuk kegiatan akademik.
BACA JUGA: Ikatan Pelajar NU Tolak Upaya People Power
BACA JUGA: TNI Kerahkan 12 Ribu Prajurit, 20 Ribu Personel Cadangan Siap Digerakkan
Babun mengatakan civitas akademika di kampus jangan sampai terprovokasi ajakan people power.
BACA JUGA: 18 Orang dari Malang Gagal ke Jakarta untuk Ikut Aksi 22 Mei
Menurut dia people power bisa menjurus aksi makar. Menurutnya aksi makar itu sama dengan bughot. "Makar atau bughot itu hukumnya haram," katanya.
BACA JUGA: Inilah Nama – nama Caleg Peraih Suara Terbanyak dari Partai Baru
Menurut dia seluruh kampus PTKIN harus kompak. Mendukung kinerja KPU. Kalau ada dugaan kecurangan, disampaikan dengan saluran yang benar. Saat ini jumlah PTKIN di bawah Kemenag mencapai 58 unit. (wan)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Purnawirawan Polri Ini Bantah Bakal Ikut Aksi 22 Mei
Redaktur : Tim Redaksi