Mengintip Interior Baru Kantor Laode Ida

Kursi Tamu Disusun Melingkar, Habiskan Dana Rp 400 Juta

Selasa, 18 Januari 2011 – 08:08 WIB

Ruang kantor Wakil Ketua DPD Laode Ida di Komplek Parlemen baru saja dipermakAda sejumlah sentuhan unik yang diberikan.

====================
 Priyo Handoko, Jakarta
====================
 
KURSI-kursi panjang dan sejumlah meja bekas tampak masih memadati lorong menuju ruangan kantor Wakil Ketua DPD Laode Ida di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, kemarin (17/1)

BACA JUGA: Warga Lampung Jual Ginjal ke Batam

Semua properti itu sengaja dikeluarkan, karena ruangan kantor senator asal Sulawesi Tenggara itu tengah dirombak.
 
"Kondisi sebelumnya memang kurang layak," kata Laode, dengan mata berbinar
Dia rupanya kagum dengan hasil dari renovasi dan penataan interior baru ruangannya

BACA JUGA: Demi Janda, Istri dan Anak Ditelantarkan

Maklum saja sejak direnovasi beberapa bulan lalu, baru kali ini, Laode menjenguk kembali ruangannya yang sebenarnya masih setengah siap itu.

Selama proses renovasi, sehari "hari Laode memilih untuk "pulang kandang" berkantor bersama para senator yang lain di Gedung DPD
"Ini baru pertama kalinya saya masuk sejak direnovasi," ujar Laode, lantas tersenyum.

Satu tampilan baru yang jauh dari kesan konvensional di ruang kerja itu adalah susunan kursi tamunya

BACA JUGA: Ade Purnama si Penggagas Sahabat Museum

Bukan ditata memanjang sejajar di sisi kiri dan kananMelainkan sepuluh kursi bermotif belang "belang itu disusun melingkar dengan meja kaca di tengahnyaSetiap dua kursi dipisahkan dengan meja kecil plus lampu meja di atasnya"Saya buat praktis, tapi agak unik," tutur pria kelahiran Tobea, Sulawesi Tenggara, 12 Maret 1961, itu.

Laode menyampaikan ide penataan kursi tersebut orisinil datang dari dirinya sendiriDasarnya adalah pengalaman Laode sendiri yang kerap menerima tamu di ruangan tersebutMenurut dia, dulunya kursi tamunya menggunakan sofa yang lazim digunakanLengkap dengan satu kursi berukuran panjang.
 
Tak jarang, para tamunya duduk berdampingan di kursi panjang ituSecara pilosofis, kata Laode, para tamu seharusnya jangan dipaksa duduk dalam keadaan tersebut"Ketika mereka duduk menyatu di satu kursi, itu namanya kesatuan atau kolektivitas yang dipaksakanPadahal, setiap individu punya kepribadian masing-masing," jelasnya

Susunan duduk yang melingkar, lanjut Laode,  lebih menghargai kepribadian setiap individuTapi, tidak menghilangkan kolektivitasnya"Semua duduk bersama, tapi basisnya tetap individualitas, itulah demokrasi," tegas Laode

Dia menambahkan, kursi-kursi tamu yang sekarang berada di ruangannya justru lebih murah daripada mendatangkan paket sofa baruKarpet yang menjadi tempat "berkumpulnya" kursi-kursi tamu itu juga mengikuti pola susunan kursiBentuknya lingkaran sempurna berwarna kremMotifnya menyerupai sebuah banDi bagian terluar terdapat rangkaian gambar bintang dan padi.
 
"Itu simbol kesejahteraan yang berketuhanan," katanyaSelanjutnya ada gari "garis yang menyerupai jeruji menuju ke bagian tengah karpetSebagai poros terdapat sebuah lingkaran berwarna biru dengan gambar peta nusantara.
 
"Ini ekspresi saya bahwa DPD ini merupakan wadah perjuangan aspirasi dan kepentingan daerah dalam proses pengambilan kebijakan di tingkat nasional," tegasnya.
 
Laode mengaku renovasi ruangan kerjanya itu menghabiskan anggaran sekitar Rp 400 jutaSelain ruang tamu, renovasi mencakup ruang rapat, bilik pribadi, dan ruang staf LaodeDana yang bersumber dari APBN itu termasuk untuk konsultan tata ruang dari institute Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.
 
Selain kursi, sejumlah interior juga digantiMulai wallpaper sampai lantai kantor yang kini dilapisi kayu mengkilat"Dulu semuanya dialasi karpetSaya bisa menerima tamu ratusan orang per hari, lantainya cepat kumuhNah, kalau kayu lebih mudah untuk dibersihkan setiap hari," kata Laode.
 
Ruangan kerja itu semakin menarik dengan dipajangnya enam lukisanAda dua lukisan yang menampilkan pemandangan sawah dan petani, satu lukisan sampan di pinggir pantai, suasana di kampung nelayan, bunga matahari, dan kapal layarSebuah meja kerja untuk Laode dengan logo garuda di bagian tengahnya semakin menambah wibawa ruangan itu(*)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Heboh Gaya Fast and Furious Angkot Kota Padang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler