Menhan Tegaskan Kerjasama RI-Australia Tetap Distop

Kamis, 28 November 2013 – 18:16 WIB
Menhan Purnomo Yusgiantoro menjelaskan soal kerjasama RI-Australia pasca terungkapnya penyadapan di Komisi I DPR RI, Kamis (28/11). Foto: M Fathra NI/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan kerjasama RI-Australia tetap akan distop selama belum ada perubahan sikap dari pemerintah Australia.

Hal ini ditegaskan Purnomo usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI terkait penyadapan oleh intelijen Australia terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan lingkaran dekatnya.

BACA JUGA: Bambang DH Dijerat Polisi, PDIP Berikan Advokasi

"Kerjasama yang distop akan terus dilakukan selama belum ada perubahan dari Australia," tegas Purnomo saat konferensi pers usai rapat kerja dengan Komisi I DPR RI terkait penyadapan, Kamis (28/11).

Kerjasama yang dihentikan itu, katanya, berkaitan dengan tukar menukar data intelijen, hingga menghentikan 3 agenda latihan bersama antara TNI dan angkatan bersenjata Australia.

BACA JUGA: Jika Menang Konvensi, Dahlan Siapkan Rp2 Miliar

Selain itu, pasca isu penyadapan, armada patroli masing-masing negara kini kembali ke koordinat masing-masing. Armada timur Indonesia patroli di wilayah NKRI dan armada barat Australia di wilayahnya sendiri. Sehingga tidak bisa lagi latihan bersama.

"Sekarang yang dilakukan armada timur kita di wilayah kita. Dan mereka di wilayahnya, yang tidak terkait coordinate patrol," jelasnya.

BACA JUGA: Dukung Pemerintah Beli Satelit Khusus untuk Cyber Defense

Ditegaskan Purnomo, kebijakan ini akan tetap dilakukan selama belum ada perkembangan signifikan dari sikap Australia dan Indonesia tidak akan dirugikan oleh keputusan itu.

"Indonesia sama sekali tidak dirugikan, karena kalau latihan bersama perlu trust bersama antara crew di kedua negara. Bagaimana kalau tidak ada trus antara crew kita," tandasnya. (fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Akui Widodo Titip Rp 1,9 M untuk Rudi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler