Menhub Minta Pembangunan Pelabuhan Gili Mas Dipercepat

Selasa, 04 April 2017 – 03:15 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto dok Humas Kemenhub

jpnn.com, MATARAM - Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pelabuhan Gili Mas di Lembar, Lombok Barat sangat potensial.

Melihat potensi tersebut, dia pun meminta PT Pelindo III segera menyelesaikan pembangunan dan mempercepat operasionalnya.

BACA JUGA: Menhub Besok Cecar Manajemen Lion Air

Hal itu penting dilakukan untuk bisa menunjang berbagai aktivitas di pelabuhan Lembar.

“Saya minta pembangunannya dipercepat dan tahun 2018 sudah beroperasi,” tegas Budi Karya Sumadi saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke lokasi, Sabtu lalu (1/4).

BACA JUGA: Kemenhub Bakal Tempuh Langkah Hukum

Dikatakan Menhub, pembangunan pelabuhan Gili Mas bisa diselesaikan melalui dua tahap. Pembangunan pertama untuk kapal pesiar dan roro dengan target selesai pada pertengahan 2018.

Kemudian tahap kedua untuk kontainer yang ditargetkan selesai pada Mei 2019.

BACA JUGA: Presiden Setujui Revisi Permenhub soal Taksi Online

Terkait dengan adanya laporan soal kendala izin reklamasi dari Direksi Pelindo III pada saat kunjungan tersebut, Menhub Budi menegaskan bahwa pada hari ini, izin tersebut dipastikan sudah keluar.

Dengan begitu, Pelindo III bisa mulai melakukan pembangunan pelabuhan Gili Mas.

Menhub berharap dengan hadirnya Pelabuhan Gili Mas ini akan semakin besar pergerakan logistik ke Lombok. Apabila itu terwujud maka harga-harga akan lebih murah dan barang-barang dari Lombok dapat dibawa keluar.

“Harapannya kita akan mengintensifkan pergerakan logistik yang selama ini menggunakan angkutan darat dari Surabaya dan Bali untuk dipindahkan dengan kapal roro,” ujarnya.

Adanya pelabuhan Gili Mas, diyakini kapasitas 1 kapal roro yang saat ini hanya dapat menampung 40 truk, ke depannya ditingkatkan jadi 200 truk.

“Dengan keadaan itu Bali akan tertolong, karena Bali dalam satu hari ada 1.200 truk. Jika kita ada beberapa kapal diharapkan nanti angkutan darat akan beralih ke kapal roro,” ucapnya.

Selain itu, Menhub menilai kehadiran Pelabuhan Gili Mas ini juga bisa meningkatkan pariwisata di wilayah Lombok. Mengingat, prioritas pariwisata di Indonesia saat ini salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Sementara itu, Direktur Komersial dan Operasional PT Pelindo III, M Iqbal menyampaikan, untuk pembangunan Pelabuhan Gili Mas pihaknya perlu melakukan reklamasi seluas 22 hektar.

“Terkait dengan pembebasan lahan, sudah tidak ada masalah, bahkan saat ini sudah ada lahan 60 hektar di sisi darat yang siap dibangun,” katanya.

Disampaikan juga, nantinya pelabuhan Gili Mas akan memiliki draft - 14 mLWS, sehingga bisa menampung kapal pesiar yang selama ini tidak dapat bersandar di pelabuhan Lembar. Adapun kapasitas lapangan kontainer mampu menampung 200 riibu - 300 ribu kontainer.

Terpisah, General Manager Pelindo III Lembar, Baharuddin mengaku sangat siap untuk mempercepat proses pembangunan pelabuhan Gili Mas.

“Kami sangat siap dan hal tersebut segera kami laporkan ke direksi untuk tindak lanjutnya,” kata Baharuddin.

Saat ini, arus kelua-masuk petikemas perhari mencapai 50 sampai 100 boks. Diharapkan dengan adanya terminal baru di Gili Mas dengan kapasitas yang besar, akan memberikan nilai lebih dalm percepatan distribusi dan mendorong peningkatan kinerja.

“Progres pembangunannya sekarang masih nol persen, semoga minggu depan sudah turun izin reklamasi sesuai kata Pak Menhub,” ucapnya.

Groundbreaking pembangunan pelabuhan Gili Mas sendiri telah dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2016 lalu. Jumlah anggaran yang telah dikeluarkan untuk pembebasan lahan seluas 60 hektar sebesar Rp 90 miliar. (zwr)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Taksi Konvensional Tak Takut Bersaing dengan Online


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler